SEGERA PERIKSA!!! DUGAAN ADANYA TINDAK PIDANA KORUPSI TERJADI PADA PEKERJAAN PELAKSANAAN PRESERVASI/KONTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH III TAHUN 2017

2018-04-04


Kalteng - FH&H,
Palangkaraya - Mencuatnya isu daerah di Kalangan Masyarakat, Aktifis dan Jurnalis di daerah Rabu (4/4/2018), bahwa di duga terjadi Tindak pidana korupsi pada  Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran  2017  pada pekerjaan Preservasi/Kontruksi Jalan dan Pemeliharaan Rutin Jembatan Bukit Batu Lungkuh Layang - Kalahien Preservasi/Kontruksi Jalan dan Pemeliharaan Rutin Jembatan Kalahien-Buntok-Ampah, dengan Nilai Kontrak : Rp. 21.336.005.000,-. 

Terdiri dari Kontruksi Jalan: Rp.15.970.666.000,- Rutin Kondisi Jalan: Rp. 3.262.948.000,- Rutin Jembatan: Rp. 2.102.391.000,- Konraktor Pelaksana  "PT.MELINDO BHAKTI PERSADA TAMA‘’ Kontrak Tanggal 26 Januari 2017 Dengan Nilai Kontrak : Rp.28.749.997.000,- Terdiri dari Rekontruksi Jalan :Rp.24.019.297.000,-Rutin Jalan : Rp.1.205.832.000,-Rutin Kondisi Jalan :Rp.2.309.678,000-Rutin Jembatan :Rp.1.215.190.000- Konraktur Pelaksana  PT. MELINDO BHAKTI PERSADA TAMA ‘’ Kontrak Tanggal 23 Maret 2017.

Berdasarkan yang dihimpun dari peliputan Majalah Fakta Hukum & HAM di lapangan, banyak kegiatan kegiatan yang diduga tidak dilaksanakan yang sebagai mana mestinya bahkan diduga adanya terjadi kong kanglingkong antara satker wilayah III yanh diduga memiliki hubungan keluarga dengan Pelaksana kontraktor, selaku pemenang tender. 

Yang lebih parah lagi bahwa Gegiatan Pemeliharaan 5 % Tahun Anggaran  2017 diduga tidak dilaksanakan dan di Tahun Anggaran 2018 telah dianggarkan kembali untuk dilaksanakan pekerjaan dengan ruas yang sama Kalahien-Ampah.

27 Maret 2018, tim FH&H Perwakilan Kalteng mendatangi Kantor Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III  Provinsi Kalteng untuk meminta keterangan atas dugaan yang telah ditemukan di lapangan, dan kami diarahkan bertemu dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Bapak Darmono. Sesuai dengan kesepakatan, klarifikasi akan dilanjutkan pada Selasa, 9 April 2018. 

Di hari yang telah ditentukan secara kenyataan mereka mengingkari janji untuk memberikan klarifikasi dengan alasan yang tidak jelas. Saat dihubungi melalui Handphone pun mereka terkesan takut untuk di mintai keterangan. Ada apakah ini? Karena jika dugaan tentang penyimpangan ini tidak benar seharusnya pihak terkait tidak perlu menghindar dari FH&H.

Saat kami berbincang di lapangan, salah satu tokoh kalimantan tengah, SURNADI menjelaskan bahwa kalau seperti ini pekerjaan kontraktor maka kami selaku warga masyarakat Kalimantan Tengah sangat dirugikan tuturnya.

Di tempat yang berbeda kami juga membincangi salah satu Aktifis Anti Korupsi, Lembaga Penyelidikan Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3KRI) Koordinator Lapangan, HERMAN SUSILO, beliau menuturkan dari hasil akumulasi Pekerjaan yang tidak dilaksanakan serta adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksana pekerjaan tersebut  di dapat dugaan angka deviasi kerugian keuangan Negara dari nilai kontrak yang ada, selebihnya mungkin masih ada pekerjaan yang patut diduga sebagai tindakan melanggar aturan atau diduga sengaja dimanipulasi oleh pihak pelaksana proyek, baik pihak perusahaan sebagai pelaksana pekerjaan dan juga pihak pejabat yang berwenang untuk meningkatkan keuntungan dengan Praktik Korupsi dan Gratifikasi, jelasnya mengakhiri Perbincangan dengan FH&H.

Kami akan terus menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi ini. Bila ternyata Fakta di lapangan kuat tentunya kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum dan melaporkannya ke Kejati. (FAT/GUN )



















Lapangan Ruas Jalan dan Jembatan Palangkaraya – Kalahien - Buntok - Ampah dan Lungkuh layang.

KUASA HUKUM PT. PDSU BANTAH ADA GANTI RUGI BUAT WARGA TEGAL RATU

2018-02-01

Cilegon - Fakta Hukum dan Ham Online,
PT Permata Dunia Sukses Utama (PT PDSU) melalui Kuasa Hukumnya Gughi Gumielar (1/2/2018) menegaskan kepada awak media, bahwa kliennya tidak pernah menguasai lahan tanah  secara melawan hukum dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan Pabrik gula  di Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Penegasan itu disampaikan Gughi menanggapi tuntutan ganti rugi kepada PT PDSU yang diajukan  13 warga Lingkungan Tegal Buntu, RT 11/07, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.  

Sampai saat ini, tidak ada bukti atau fakta apa pun yang menunjukkan bahwa PT PDSU telah melakukan pembebasan lahan atas  tanah milik ke-13 warga tersebut kata Gughi.

Ia mengatakan, tuntutan ke-13 warga itu sama sekali tidak beralasan,  sebab proses pembebasan lahan  yang  dilakukan PT PDSU telah sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

Apa yang harus diberikan ganti rugi? Pembebasan lahan sudah sesuai prosedur resmi. Kami selaku pihak Penasihat Hukum Perusahaan tidak pernah menjanjikan apa-apa, antara Perusahaan dan kepada ke-13 warga. Klien kami selalu bermusyawarah untuk  mencapai kata sepakat dalam penentuan nilai ganti rugi dengan warga. Intinya, dalam proses pembebasan lahan tidak ada aturan yang dilanggar ujar Gughi kepada Wartawan.  

Ia mempersilakan  pihak-pihak yang selama ini mengaku dan mengklaim sebagai pemilik sah atas lahan yang kini digunakan PT PDSU untuk membuktikannya di muka hukum.

Silahkan para pihak membuktikan di Pengadilan, kata Gughi.
Sementara itu, terkait  permasalahan antara PT PDSU dengan warga, menurut Gughi  kliennya telah   berulang kali menawarkan penyelesaian dengan bebebrapa perwakilan warga namun belum ada kesepakatan di antara para pihak. 

Perlu disampaikan bahwa klien kami juga tidak pernah menutup akses keluar-masuk ke lahan milik slaah satu warga bernama Rafik kata Gughi. (JES)

SELURUH PENGURUS DAN KETUA RW WILAYAH VILLA TOMANG SAFARI KUNJUNGAN KEJAJARAN MUSPIKA


Tangerang - Fakta Hukum dan HAM Online,   

Meningkatkan silaturahim sejumlah Pengurus Lintas RW (Rukun Warga) sewilayah Villa Tomang Baru gelar audiensi dengan jajaran Muspika Pasar Kemis. Audiensi dilakukan dengan cara Road Show mendatangi kantor Kecamatan, Kantor Polsek dan Kantor Koramil Pasar Kemis dan berdialog langsung.

Menurut Ketua Pengurus Lintas RW sewilayah Villa Tomang Rudi Effendi didampingi Sekretarisnya Totok Setiyo dan Dewan Penasehat H. Cecep Amiruddin, H. Harun Pandia dan M. Syafari kegiatan ini adalah bentuk silaturahmi dan sekaligus pengenalan pengurus baru Lintas RW se Villa Tomang Baru.

Road Show pengurus baru Lintas RW se Villa Tomang Baru selain silaturahmi dan memperkenalkan diri juga dalam rangka mewujudkan lingkungan yang tertib, nyaman, Khususnya penanganan dampak WARNET yang berkembang saat ini di wilayah Villa Tomang Baru," terang Rudi Effendi.

Rudi Effendi juga menambahkan, pengurus Lintas RW se Villa Tomang Baru sengaja mendatangi langsung Kantor Muspika Pasar Kemis, mulai dari Kecamatan Pasar Kemis, Koramil Pasar Kemis dan Polsek Pasar Kemis. Dalam kesempatan itu kami berdialog secara langsung dengan Camat Pasar Kemis H. Nawawi, Danramil Pasar Kemis Kapten CPM Djalaludin Putra dan Kapolsek Pasar Kemis Kompol Kosasih dikantornya masing-masing. Dialog dan silaturahmi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan ketertiban lingkungan khususnya dilingkungan Perumahan Villa Tomang Baru.

Adapun Pengurus Forum Lintas RW se Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terdiri dari Penasehat, H. Harun Pandia, M. Syafari, H. Cecep Amiruddin, Ketua Lintas RW Rudi Effendi, Wakil Ketua H. Firman, Sekretaris Totok Setiyo P, Koordinator Keamanan Suwarman, Humas Misgianto dan anggota pengurus Toyib, Ismu, Hendi dan Sungkana. (JES)

Wujudkan Kepedulian Terhadap Sesama "Sehat dengan Berdonor"

2017-11-06

Tangerang - FH&H,
Bapak Iyan Setiawan, S.Pd merupakan salah satu anggota PMI di wilayah Tangerang. Beliau merupakan salah satu warga masyarakat Kota Tangerang yang mendapatkan penghargaan dari PMI Pusat karena telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali. Disela sela kesibukannya sebagai anggota DPRD komisi I Provinsi Banten, dan merupakan Ketua Umum Benteng kita kembali mengadakan acara donor darah di Yang Sen Bio,  5 November 2017 kemarin. 

Melanjutkan acara donor darah 3 bulan yang lalu di Yang Sen Bio, Sewan, Rawa Kucing, Tangerang Banten, Bapak Iyan yang merupakan Ketua Umum Benteng Kita, kembali menggelar acara donor darah kemarin bersama dengan warga Neglasari, Tangerang bekerjasama dengan Fakta Hukum dan HAM. 

Dalam acara tersebut terlihat hadir juga Bapak Agus Setiawan yang merupakan salah satu pengurus Benteng kita dan anggota DPRD kota Tangerang.
Namun sayang beliau tidak bisa ikut serta mendonorkan darahnya karena pada saat itu HB darah beliau tidak memenuhi syarat untuk berdonor. 

Hadir juga pendiri majalah Fakta Hukum dan HAM,  Bapak Wandi. Beliau bersama salah satu wartawan Pusat kita menyumbangkan darahnya untuk masyarakat yang membutuhkan. 

Terlihat juga salah satu anggota Provos Polsek Neglasari,  Aiptu Maryoto,  ikut serta mendonorkan darah bersama warna Neglasari.

Di waktu senggang,  dalam pernyataannya kepada wartawan, Bapak Iyan menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diadakan 2-3 bulan sekali.  Harapannya kegiatan ini bisa mendekatkan donatur donatur agar kegiatan ini dapat berkembang nantinya. Seperti pengobatan massal gratis, pembagian sembako, dan kegiatan kegiatan bakti sosial lainnya. 

Menurutnya, Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian sosial dirinya terhadap masyarakat yang membutuhkan darah. "Tidak ada unsur politik dalam acara ini", tegasnya. Selama kita masih sehat dan bisa berbagi tidak ada salahnya jika kita bisa membantu sesama kita. "Jika bukan kita sendiri yang mulai peduli, siapa lagi? Jangan berharap orang akan peduli dengan kita jika kita sendiri tidak peduli dengan sekitar kita," ujarnya. 

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat neglasari bahkan kepada masyarakat seluruh Indonesia, agar jangan ragu untuk melakukan kebaikan terutama dalam berdonor darah. Karena selain mengumpulkan amal bakti dalam berdonor, masyarakat juga menjaga kesehatannya. 

Targetnya kali ini mengumpulkan 75 kantung darah dan semoga di kegiatan selanjutnya yang rencana akan diadakan pada 14 Januari 2018 nanti bisa dapat menghasilkan lebih banyak kantung darah. 


Dalam acara ini, untuk menarik para pendonor, bekerjasama dengan beberapa lembaga, Bapak Iyan menyediakan bingkisan dan doorprize. Ada kipas angin, lampu LED, dan handphone. Setelah berdonorpun,  para peserta donor darah dapat menikmati laksa dan bakmi ayam.

Ini merupakan ke 109 kali Bapak Iyan ikut mendonorkan darahnya untuk masyarakat seluruh Indonesia. Semoga kegiatan ini bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh masyarakat di Indonesia. (fenny, jay)


SELUNDUPKAN BABY LOBSTER, TUNTUT TIGA TAHUN PENJARA

2017-10-26



Tangerang - FH&H online, 

Sidang tuntutan atas terdakwa David Tan alias Chen Chun Ming (42)  rabu 25/10/2017 warga Negara Taiwan ini sebelumnya didakwa melanggar undang undang no 16 tahun 1992 tentang karantina hewan dan tumbuhan.
Terdakwa mencoba menyelundupkan binatang hewan (baby lobster) yang dilindungi dari Indonesia menuju Taiwan dengan cara dimasukkan kedalam koper sebanyak 20 koper yang sudah di isi dengan oksigen.



Jaksa Penuntut Umum Agus Kurniawan  dari Kejari Kota Tangerang menjatuhkan tuntutan 3 tahun penjara  dan denda 150 juta rupiah subsidair 3 bulan kurungan.
Dalam susunan tuntutan Jaksa, terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama sama dengan sengaja melawan hukum dengan cara  membawa atau menyelundupkan hewan atau binatang jenis (udang)  baby lobster tanpa di lengkapi dokumen yang sah.



Terdakwa melanggar Undang Undang kesehatan pasal 31 ayat (1) jo pasal 7 ayat (1) undang undang no 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Mendengar tuntutan 3 tahun, terdakwa memohon kepada Ketua Majelis Hakim Syamsudin, terdakwa minta keringanan hukuman dengan alasan masih memiliki anak dan istri yang butuh biaya. 
Chen Chun Ming.



Kuasa hukum terdakwa John Hendri, SH menyatakan kliennya bukanlah terlibat langsung sebagai pelaku penyelundup, melainkan suruhan oleh seseorang yang bernama Cho Sen Chu, orang inilah yang menyuruh terdakwa klien saya untuk membawa 20 koper berisi baby lopster dari Indonesia menuju Taiwan ujar John. (JES)

PENEMBAK MAHASISWI ITALIA CHANDRA, TERANCAM HUKUMAN MATI

2017-10-25

Terdakwa Sudirman (21) saat diperiksa di Ruang Sidang



Tangerang - FH&H online, 
Begal motor tergolong sadis ini telah dihadapkan kepersidangan, Senin 23/10/ Pengadilan Negeri Tangerang yang diketuai Majelis Hakim Indra, SH, MH memeriksa saksi saksi dari pihak korban yakni orang tua almarhum korban Italiana.

Jaksa Penuntut Umum Sulastri telah menjerat terdakwa Sudirman dengan pasal berlapis, yakni pasal 365 perampokan dengan kekerasan, pasal 338 menghilangkan nyawa orang dan pasal 340 pembunuhan berencana. 

Terdakwa yang sudah malang melintang melakukan pembegalan motor ini tertunduk diruang sidang, sesuai BAP di Polda Metro Jaya, pengakuannya kepada penyidik sudah melakukan lima kali pencurian dan memberatkan, Spesialis kendaraan roda dua jenis Honda Beat diwilayah hukum Tangerang, sedangkan Syaipul (25) teman terdakwa saat beraksi di Perum Bugel telah tertembak mati oleh Polisi pada 25/7/2017 saat diburu ditempat kedua melarikan diri di Lampung Selatan.

Ketua Majelis Hakim Indra, SH, MH yang berwewenang memeriksa perkara ini mendengarkan keterangan saksi saksi termasuk Ayahanda dan Ibunda Italiana.

Kesaksian Ferry Chandra Ayah kandung korban Italiana menerangkan dipersidangan, pada Senin 12/6/2017 yang lalu sekitar pukul 04:30 wib subuh usai bangun tidur di rumah tinggalnya jln. Gunung Raung Perum Bugel Indah Karawaci Tangerang setiap pagi langsung mengeluarkan dua sepeda motor dari dalam rumah kehalaman untuk persiapan berangkat kerja.

Dua unit motor tersebut, salah satu milik korban Italiana anak saya dan satu milik saya ujar Ferry dipersidangan.

Sekitar pukul 07:00 wib pada hari itu saya berangkat kerja, sedangkan anak saya Italiana tidak berangkat ke Kampus, dia dirumah bersama Ibunya ujar Ferry diruang sidang.

Sekitar pukul 14:30 saya dapat telepon dari tetangga rumah, yang menyatakan supaya saya pulang dari tempat kerja karena anak saya mengalami perampokan.

Sontak pada saat itu saya langsung pulang ternyata anak saya sudah keadaan meninggal dunia di kamar mayat Rumah Sakit Sari Asih ujar Ferry dipersidangan dengan mata berkaca kaca.

Sementara Sugiarti Ibu kandung korban, saat memberikan kesaksian dipersidangan tidak tahan membendung air matanya, sambil menangis menceritakan apa yang dialaminya pada saat kejadian itu berada ditempat kejadian, mengaku masih sedih dan trauma atas kepergian putrinya yang ditembak didepan mata saya ujar Sugiarti, usai Sugiarti memberi kesaksian memohon kepada Majelis Hakim supaya terdakwa dihukum mati. (JES)

PEMILIK EMPAT PAKET GANJA DITUNTUT DELAPAN BULAN PENJARA

2017-10-18

Terdakwa Constantine Otis, saat mendengarkan tuntutan Jaksa


Tangerang - Fakta Hukum dan HAM online, 

Sidang atas terdakwa Constantine Otis di Pengadilan Negeri Tangerang 18/10/2017 berlangsung diruang sidang tujuh.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sun Basana Hutagalung dengan agenda pembacaan tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Taufik dari Kejari Kota Tangerang sebelumnya telah menjerat terdakwa dengan dakwaan melanggar pasal 127 ayat 1 Undang Undang No. 35 tahun 2009.

Sebelum Jaksa membacakan tuntutan, terlebih dahulu menguraikan kronoligis perbuatan terdakwa.

Pada Sabtu 14/9/2017 petugas Bea dan Cukai menemukan paket asal kiriman dari Amerika itu mencurigakan, setelah petugas Bea Cukai memeriksa paket tersebut menemukan 4 paket ganja dan 10 tulbe  bentuk LIQUID (cairan) ganja berbentuk pasta yang disimpan dibalik kartu ucapan ulang tahun seberat 7,3 gram. Sehari kemudian 15/9/2017 petugas gabungan Bea Cukai dan Polres Bandara Soetta mengikuti arah alamat kiriman paket selundupan narkotika tersebut.

Petugas meringkus terdakwa Constantine Otis sebagai penerima paket selundupan disalah satu Apartemen dibilangan Jakarta Selatan.

Atas perbuatan terdakwa Jaksa Penuntut Umum Taufik menuntut terdakwa Constantine Otis 8 (delapan) bulan penjara.

Mendengar tuntutan Jaksa, terdakwa langsung semangat beranjak dari tempat duduknya konsultasi dengan penasihat hukumnya.

Setelah  terdakwa mendapat arahan dari penasihat hukumnya, terdakwa menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim atas tuntutan yang telah dibacakan Jaksa, dengan senyum terdakwa menjawab "saya terima", ujar terdakwa pada Hakim.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum tetap pada tuntutannya.

Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang menunda persidangan pekan depan 25/10/2017 dengan agenda pembacaan Vonis. (JES)

TUNDA KEBERANGKATAN, MAKAPAI LION AIR BAYAR KOMPENSASI PENUMPANG YANG TERTUNDA

2017-10-02


Tangerang - FH&H,

Penerbangan maskapai Lion Air dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ke berbagai tujuan mengalami keterlambatan (delay). Delay tersebut berlangsung sejak Minggu (1/10) malam. 


Informasi yang dihimpun Online Fakta Hukum dan Ham beberapa tujuan penerbangan Lion Air dari Bandara Soetta yang mengalami delay diantaranya tujuan Denpasar 3 pesawat, tujuan Padang 2 pesawat, tujuan Kualanamu 2 pesawat, tujuan Pangkal Pinang,  tujuaj Pekan Baru, Lombok dan Jambi masing masing 1 pesawat. 



Para penumpang yang terlantar hingga dini hari menunggu keberangkatan ketujuan masing masing.Pe
raturan Kementerian Perhubungan, Lion Air memenuhi hak-hak penumpang berupa kompensasi sesuai lamanya keterlambatan.
Adapun  kompensasi yang diberikan berupa makan, minum dan uang kompensasi sebesar Rp 300 (tiga ratus ribu rupiah) kepada setiap penumpang yang delay.



Hasil pantauan Online Fakta Hukum dan Ham, hingga hari ini beberapa penerbangan Lion Air masih mengalami delay di Terminal 1B. 



Para penumpang yang di delay dari semalam baru diberangkatkan pagi hingga siang ini sesuai tujuan masing masing. pagi ini ketujuan masing masing kata Sugeng Haryadi, Airport Operation Senior Manager kepada Online Fakta Hukum dan Ham di Terminal 1B, Bandara Soetta, Tangerang, Senin (2/10/2017). 



Sementara penyebab keterlambatan sejumlah maskapai pesawat Lion Air tersebut hingga saat ini belum tau ujar Sugeng, hingga berita ini diturunkan, Online Fakta Hukum dan Ham sudah mencoba konfirmasi kepada pihak maskapai Lion Air namun belum ada jawaban (JES)

JAKSA DAKWA ARTIS IWA K, ATAS KEPEMILIKAN TIGA LINTING GANJA

2017-09-06

Tangerang - FH&H,
Pengadilan Negeri Tangerang, menyidangkan perkara artis Iwa Kurniawan alias Iwa dan kawan kawan, Rabu 6/9/2017.
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Sun Basana Hutagalung berlangsung diruang sidang 7 dengan acara mendengarkan dakwaan. JPU Jaksa Penuntut Umum Ikbal Hadjarati dan Taufik membacakan dakwaanya kepada Iwa K dan kawan kawan atas kepemilikan Narkotika jenis ganja.

Berawal pada Sabtu 29/4/2017 Iwa K (46) diamankan oleh Aviation Security (Avsec) terminal 1 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada saat memasuki Security Cek Point (SCP) 1 sekitar pukul 05:00 wib.
Pada saat pemeriksaan, Iwa K didapati memiliki menyimpan Narkotika jenis ganja sebanyak tiga linting dikantong yang disimpan dalam bungkus rokok Jisamsoe.

Iwa K akhirnya gagal bertolak ke Palembang dengan menggunakan Pesawat Lion Air JT 792.
Pihak Aviation Security (Aspec) menyerahkan Iwa K kepihak Polres Bandara Soetta untuk penyelidikan selanjutnya.

Menurut saksi penyidik Kepolisian Polres Bandara Soetta saat diperiksa dipersidangan menyatakan, terdakwa Iwa K mendapatkan ganja tersebut dari terdakwa Yoris, atas pengakuan Iwa K penyidik mengembangkan kepada terdakwa Yoris, dari terdakwa Yoris berkembang lagi, ganja tersebut didapat dari terdakwa Naomi, terdakwa Naomi mengaku ganja tersebut diambil milik terdakwa Bayu dengan tanpa sepengetahuan terdakwa Bayu.
Jaksa Penuntut Umum Ikbal Daradjati dan Taufik, mendakwa Iwa K dan kawan kawan atas kepemilikan Narkotika jenis ganja, dengan Undang Undang Narkotika pasal 111 ayat (1) satu atau pasal 127 ayat (1) satu huruf (a).

Setelah Jaksa selesai membacakan dakwaannya dan mendengar kesaksian dari penyidik Polres Bandara Soetta, Ketua Majelis Hakim Sun Basana Hutagalung menutup Persidangan, yang akan dilanjutkan pekan depan dengan acara pemeriksaan saksi terdakwa. (JES)
 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham