HUT RI KE - 74, POLDA KEP. BANGKA BELITUNG BERSIH BERSIH

2019-08-20

Babel - FH&H online,

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT) RI KE - 74, Polda Kepulauan Bangka  elitung mengadakan kegiatan bersih bersih pantai dan laut yang langsung dipimpin oleh Kapolda Kep Bangka Belitung Brigjend Pol drs Istiono MH bertempat di Pantai Pasir Padi Pangkal Pinang propinsi Kepulauan Bangka Belitung( 18/8 -2019).

Dalam sambutannya, Kapolda Kepulauan Babel Brigjend Pol Drs Istiono MH mengucapkan terimakasih atas kehadiran Irwasda, Para Pejabat Utama (PJU) Polda Babel, Perwakilan Gubernur (diwakili DKP), Perwakilan Danlanal, Ketua Bhayangkari, Polairud, Basarnas serta seluruh peserta apel bersih bersih pantai dan laut di pantai pasir padi pangkal pinang.



Kapolda mengatakan dalam rangka HUT RI Ke-74 kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang membangun yaitu filosofi rajawali; merawat keberagaman bangsa ini,menjaga persatuan dan kesatuan, mengawal kemerdekaan dan pembangunan. 

Hari ini kita mengawal pembangunan dengan bersih bersih pantai dan laut. Menurutnya masalah sampah laut adalah masalah ekosistem dunia dan juga menjadi masalah kita bersama.

"Luas daratan Bangka Belitung 16000 km, sedangkan luas lautannya 65000, itu berarti lautan lebih luas dari daratan. Oleh sebab itu tidak bisa mengandalkan satu institusi saja. Tapi hari ini kita bersama-sama bersinergi dengan seluruh instansi stake holder serta pramuka dan nelayan dan masyarakat bersama sama bersih bersih pantai dan laut kita. Sampah laut tidak bisa diuraikan dengan cepat, perlu waktu yang lama," jelas Kapolda Babel.



Masalah sampah harus secara konperensif kita tangani. Kita edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, tambah Kapolda Kepulauan Babel Brigjend Pol drs Istiono MH .

Kegiatan bersih bersih pantai dan laut diakhiri dengan makan nasi liwet di atas daun pisang dipinggir pantai.(paulus)

ANTISIPASI SERANGAN BERDARAH DI MAPOLSEK WONOKROMO, POLRES LUMAJANG PERKETAT PENJAGAAN

2019-08-19

POLRES LUMAJANG - FH&H online,
Resor Lumajang memperketat penjagaan semua pos polisi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pasca serangan berdarah di Mapolsek Wonokromo Polrestabes Surabaya (17/8). Akibat serangan tersebut, satu orang anggota yang berjaga di SPK polsek tersebut harus dilarikan ke rumah sakit.

"Menindaklanjuti kejadian di Polsek Wonokromo semalam, saya perintahkan anggota agar lebih memperketat pengamanan mako baik di tingkat Pos Polisi, Polsek maupun tingkat Polres Lumajang," kata Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH.

Ia menginstruksikan kepada anggotanya yang berada di lapangan agar lebih berhati-hati. Para anggota kepolisian juga perlu mencurigai gerak gerik orang yang tak dikenal di sekitar mereka dan selalu waspada.


"Setiap personel yang jaga agar selalu waspada dan peka seperti insting rasa curiga serta ingin tahu terhadap orang yang mendekat ke kantor dan pos-pos polisi," ucap polisi dengan dua melati di pundak tersebut.

Arsal juga meminta agar pergerakan anggota dalam melakukan pemantauan atau pengamanan di lapangan dilakukan dua orang atau lebih sehingga tidak sendirian. "Bagi anggota yang berada di lapangan selalu laksanakan body system agar dapat saling menjaga rekannya satu sama lain. Body system diterapkan baik dalam melaksanakan pengaturan lalu lintas, pengamanan, pengawalan, maupun kegiatan di lapangan yang lain," kata Arsal.

Ia juga mengimbau seluruh anggotanya untuk mengawali kegiatan dengan berdoa. "Sejauh ini situasi dan kondisi di Lumajang cukup kondusif. Namun kami tetap harus waspada dan siaga terhadap hal-hal yang tidak diinginkan buntut dari serangan berdarah kemarin", ujarnya.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.45 wib telah terjadi serangan dengan menggunakan senjata tajam terhadap anggota yang berjaga di SPKT Mapolsek Wonokromo. Diketahui, pelaku yang datang ke Mapolsek sendirian tersebut menyerang dengan membabi buta terhadap anggota yang berjaga. Petugas lain yang mendengar kegaduhan pun langsung mendatangi ke SPKT dan melumpuhkan tersangka. Berbagai macam senjata berhasil diamankan dari tas yang dibawa pelaku, seperti clurit, pisau serta senjata jenis airgun berwarna hitam. (FNY/HMS)

PEJABAT TIDAK BERPRESTASI PANTASKAH RAIH PENGHARGAAN BINTANG MAHA PUTERA UTAMA DARI PEMERINTAH

Jakarta - FH&H online,

Dengan adanya informasi yang kami dapat dari Narasumber Ketua ISeA (BPK)Watch  Zindar Kar Marbun yang juga mantan auditor dan pejabat senior di Badan Pemeriksa Keuangan,  Ketua Umum Organisasi Masyarakat Garuda Pengawal Merah Putih (GARDAPATIH) Denny Maulana telah mengkonfirmasi langsung perihal pemberian Bintang Jasa Kehormatan kepada Pejabat2/Mantan Pejabat BPK RI.

Penerima Bintang berasal dari BPK adalah:  
1. BINTANG MAHA PUTERA UTAMA kepada
  • Prof. Dr MSD. CA, CPA (Ketua BPK RI Periode 2017 s/d sekarang)
  • Drs HP, MBA, AK (Ketua BPK RI Periode 2009- 2014)
  • Prof. H HAA, MA, Phd (Ketua BPK RI Periode 2014-2017 yg saat ini Anggota BPK RI)


2. BINTANG JASA UTAMA kepada,
  • Dr AQ SE, MM, MSi (Anggota III BPK RI Periode 2017-2019)
  • Ir IY, MT (Periode 2017 sd sekarang)
  • Alm. Prof. Dr EMS, C Fr A, QIA.

BPK Watch menyatakan keprihatinan yang mendalam atas penganugerahan tersebut namun bagaimanapun hal tsb telah terjadi yang dinyatakan ditentukan atas dasar penetapan Tim atau Dewan Gelar, Tanda Jasa, Kehormatan.

Hal inilah yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah. Berdasarkan hasil investigasi  dari  Ormas/LSM GARDAPATIH,  Denny Maulana selaku Ketua Umum menyatakan sependapat dengan BPK Watch bahwa pemilihan seharusnya diselenggarakan secara obyektif dan transparan. 

Terlebih pemberian Bintang Maha Putera Utama, ini seharusnya orang-orang pilihan yang luar biasa.

Bagaimana mungkin HP yang sudah tercemar  (kasus BCA), HA  (kasus kode etik, Panama Papers, ketidakpatuhan LHKPN) dan juga  kepada MSD  yang sama sekali tidak memiliki Prestasi apa-apa, apalagi disebut menonjol atau  membanggakan luar biasanya lagi tiga Anggota BPK juga menerima  Bintang Jasa Utama lainnya padahal saat ini tidak terlihat prestasi dari BPK.

Hal ini telah membuat  kecurigaan, jangan-jangan telah terjadi proses yang tidak obyektif. Pemikiran  bisa pula menjalar kepada penerima2 tanda Jasa lainnya yg juga banyak yang dekat dengan penegakan hukum.

Oleh sebab itu  Organisasi Masyarakat GARDAPATIH yang menjunjung tinggi harga diri Bangsa, mengharapkan Pemerintah mau mengambil tindakan /Langkah penertiban termasuk dalam pemberian tanda-tanda kehormatan.

Demikian hal yang perlu kami sampaikan, semoga  hal ini dapat menjadi perhatian kepada Pemerintah yang sedang Gencar gencarnya untuk Memberantas para Koruptor,semoga tidak salah langkah dalam setiap pengambilan Keputusan.
(Yj/Niko)

Walikota dan beberapa Pejabat Kota Tangerang akan diperiksa Pihak Depdagri

Tangerang - FH&H Online,


Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, sedang dalam pengawasan oleh pihak Departemen dalam Negeri (Depdagri) atas dugaan tidak izin beberapa kali pergi keluar Negeri.

Hal ini terungkap setelah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat melaporkannya kepihak Depdagri beberapa waktu yan.atas laporan tersebut pihak Depdagri langsung merespon, lalu pihak Depdagri melakukan pengecekan.

Hasil pengecekan pihak Depdagri, menegaskan bahwa, Arief sebagai Walikota Tangerang tidak pernah mengajukan permohonan izin dinas  keluar Negeri.

Ini adalah pernyataan resmi yang dikeluarkan melalui surat Sekretariat Jendral Kemendagri RI, tertanggal 15 Agustus 2019, perihal menindaklanjuti laporan dari LSM Aliansi Rakyat untuk Penegakan Hukum (ARPH), yaitu terkait permohonan pemeriksaan atas dugaan perjalanan Dinas Luar Negeri tanpa Izin Menteri yang telah dilayangkan pada tanggal 1 Agustus 2019 lalu.

Dalam isi surat yang ditandatangani Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri, Dr, Nelson Simanjuntak, SH,M.Si itu disampaikan hal hal sebagai berikut:

Pertama, berdasarkan hasil verifikasi terhadap database perjalanan dinas luar negeri, tidak terdapat pengajuan permohonan keluar negeri bagi Walikota dan rombongan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tangerang dalam kurun waktu yang dilaporkan oleh LSM yang dimaksud.

Kedua, berkenaan dengan pengaduan pihak (LSM ARPH) dugaan kepergian Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah beserta rombongan tersebut akan dilakukan langkah langkah pemeriksaan atas kebenarannya dan proses penyelesaian lebih lanjut.

Apabila pemeriksaan yang dilakukan oleh Kemendagri membuktikan bahwa kepergian Walikota dan rombongan ASN itu tidak sesuai persyaratan, maka sebagaimana diatur oleh undang undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Jo Permendagri nomor 29 tahun 2016, maka Arief bisa dikenakan sanksi penonaktifkan dari jabatannya sebagai Walikota Tangerang, selama tiga bulan, sebagaimana diatur dalam pasal 77 ayat 2.

Hal kepergiannya keluar negeri, sebelumnya, Walikota Arief mengaku telah mengajukan cuti kepada Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri.

Bantahan Arief itu disampaikan disela-sela Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Tangerang, Senin (5/8/2019) lalu.

Menurut Arief, dirinya telah melaporkan perihal kepergiannya keluar negeri itu kepada Gubenur Banten, Wahidin Halim. Bahkan Arief mengaku, saat itu dia disarankan menggunakan surat izin cuti dan semua sudah dia ikuti.

Saya juga sudah lapor ke Gubernur sebelumnya, Dua minggu yang lalu. Saya juga sudah komunikasi ke Dirjen Otda, lalu saya disarankan buat saja surat. Kalau tidak ditindaklanjuti oleh Povinsi. Ya, gak apa apa kok dilaporkan masyarakat, silahkan saja," ujar Arief. (jes)

TJHIT NGIET PHAN DI KELENTENG AIR ITAM PANGKAL PINANG

2019-08-15

Pangkal Pinang - FH&H online,

Merupakan tradisi nenek moyang warga negara Indonesia keturunan etnis tionghoa yang setiap tahun pada bulan ketujuh penanggalan imlek jatuh pada tanggal 14 - 15 biasanya setiap tahun diadakan sembayang rebut  dan PAI SI KU (sesaji).

Menurut Ko Acau pengurus kelenteng SATYA BHAKTI KP. AIR ITAM di Kelenteng Air Itam Pangkal Pinang. Sembayang rebut TJHIT NGIET PHAN ini, tujuan dan eksensinya untuk kesejahteraan, murah rejeki, kemakmuran, kedamaian, perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, tutur Ko Acau (14/ 8 - 2019). Harapan warga dengan adanya sembayang TJHIT NGIET PHAN ini untuk kedamaian dan kesejahteraan (phin phin on on).

Acara sembayang dimulai pukul 17.00 wib (jam 5 sore) sampai nanti tengah malam pukul 24.00 wib hingga selesai, jelas Ko Acau. Menurutnya untuk kelenteng di kampung atau desa biasanya PAI SI KU (sesaji). Sedangkan kelenteng yang ada TAI SHE JA  itu Muk Su Pak Kung. Biasanya tanggal 15 bulan ketujuh penanggalan imlek diadakan sembayang TAI SE JA dan acara terlaksana atas sumbangan donatur.

Dengan acara sembayang rebut ini menjalin kekeluargaan, murah rezeki, aman, damai dan sejahtera (Phin Phin On On ).

Dalam acara tersebut disediakan juga hiburan dan makan malam. Semua barang yang diperebutkan seperti sembako, supermie instan, makanan kaleng, snack dan minuman akan diperebutkan tepat pukul 24.00 tengah malam.

Untuk sumbangan sembako diberikan kepada warga yang kurang mampu. Ketua Kelenteng SATYA BHAKTI KP AIR ITAM belum hadir dan diwakili Ko Acau sebagai nara sumber. Selamat merayakan sembayang Tjhit Ngiet Phan. (Paulus)

TIM COBRA NARKOBA POLRES LUMAJANG TANGKAP PENGEDAR NARKOBA 77,7 GR

"TERBESAR DALAM SEJARAH LUMAJANG
KAPOLRES : DIDUGA TERKAIT JARINGAN SOKOBANAH SAMPANG"

LUMAJANG (15/08/2019) - FH&H online,

Tim Cobra Narkoba Polres Lumajang berhasil menggulung seorang pria asal Dusun Nongkesan Desa Tamberu Jaya Kec Sokobanah Kab Sampang atas nama Ali Wafa (26th).

Ali wafa ditangkap oleh Tim Cobra Narkoba Polres Lumajang kemarin (13/08) sekira pukul 4 sore di Dalam rumah sdr. MAT Kel Rogotrunan Kec / Kab Lumajang. Ditangannya ditemukan 1 pocket plastik berisi Shabu seberat 77,7 Gram.

Diduga tersangka terkait dengan jaringan Sokobanah - Sampang. Dimana diketahui baru beberapa hari lalu Polda Jatim mengungkap 50 Kg Sabu dengan nilai Rp 74 milliar di beberapa TKP yang terkait dengan jaringan sokobanah kabupaten sampang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan, "Tangkapan kami kali ini adalah tangkapan terbesar dalam sejarah ungkapan Polres Lumajang dimana ditemukan barang bukti Sabu seberat 77,7 gr. Kami menduga, sindikat ini merupakan jaringan Sokobanah yang baru saja diungkap oleh Polda Jatim dengan jumlah yang Fantastis. Untuk itu kami akan segera berkoordinasi dengan Polda Jatim, BNNP Jatim dan BNNK lumajang untuk mengungkap jaringan besar di balik ini” ungkap Arsal.

Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Ernowo SH  mengatakan akan mengembangkan kasus ini,  "Sesuai perintah Kapolres untuk terus kembangkan kasusnya, maka akan kami kejar siapa pengedar diatasnya dan juga siapa pembeli dari Ali. Tidak ada kompromi bagi narkoba. akan saya ungkap semua jaringan narkoba di Lumajang”, ujar Ernowo

Adapun pasal yang yang akan dikenakan pada tersangka pasal 114 subsider 112 undang-undang no 35/2009 tentang narkotika. Pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 [bagi tersangka kedapatan memiliki narkotika dalam bentuk bukan tanaman]
Pasal 112(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 114 UU RI No. 35 Tahun 2009[bagi tersangka kedapatan mengedarkan narkotika]. Pasal 114(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

(2)    Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).(fny)

Diduga tanpa izin, Walikota Tangerang 6 Kali Keluar Negeri


Tangerang - FH&H Online, 


Bola panas sedang bergulir dimasyarakat Kota Tangerang, tentang dugaan seorang pejabat walikota berpergian keluar negeri tanpa izin dari pimpinan.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah belum lama ini dilaporkan oleh Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) ke Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) atas dugaan pergi keluar Negeri meninggalkan tugas sebagai Walikota dengan tanpa izin yang jelas.

Menurut Hasanuddin Bije, selaku Koordinator Aliansi Rakyat Untuk Penegakan Hukum (ARPH) Provinsi Banten, mengatakan mengaku cuti saat melakukan perjalanan dinas keluar negeri ditanggapi Aliansi Rakyat untuk Penegakan Hukum (ARPH) Provinsi Banten.

Perihal laporan pihaknya ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu, bukan hanya dugaan perjalanan  Arief keluar negeri tanpa izin saat tanggal 12 Juni 2019 lalu, tapi juga pada kurun waktu tahun 2018 hingga 2019 beberapa kali bertolak keluar Negeri.

Data yang kami miliki selama kurun waktu dari tahun 2018 sampai saat tahun 2019 Arief sudah melakukan 6 kali perjalanan dinas keluar negeri tanpa izin ujar Bije,  pada rabu14/8/19 kepada awak media.

Data yang dihimpun (ARPH) merinci perjalanan dinas Arief keluar Negeri yang diduga tanpa izin, mulai pada tanggal 22 Agustus 2018. Saat itu Arief pergi ke Singapura menumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7155 kata Bije.

Berikutnya pada tanggal 11 Desember 2018, Arief pergi ke Kuala Lumpur menumpang pesawat Malaysian Airlines dengan nomor penerbangan MH 722.

Selanjutnya pada Januari 2019 Arif pergi ke Singapura menumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7153.

Lalu pada tanggal 3 Februari Arif pergi ke Perth Australia menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor  penerbangan  GA 724.

Sementara tanggal 10 Maret, Arif kembali pergi ke Singapura melakukan penerbangan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7157, dan terakhir pada tanggal 12 Juni 2019 Arief bertolak ke Kuala Lumpur dengan menumpang pesawat Air Asia nomor penerbangan AK 385.

Data Arief selaku pejabat Walikota ada enam kali perjalanan keluar negeri, hasil pantauan kami diduga itu dilakuka Arief berpergian keluar Negeri tanpa izin dari Mendagri pungkas Bije.

Apabila benar Pak Arief (Walikota) Tangerang benar cuti, kami duga cuti tersebut baru diajukannya belakangan ini karena ada saran dari Dirjen Otonomi Daerah (Otda) itupun menjadi semakin aneh kalau cuti tersebut diajukan belakangan. Itu namanya melecehkan hukum administrasi Negara, tambah Bije.

Bije Koordinator (ARPH) selain melapor ke Kemendagri, juga mengaku telah melayangkan surat kepada Ketua Ombudsman RI dan kepada  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Supaya para pihak yang berwewenang, agar menerima laporan kami dan segera menindak lanjuti, serta patut diduga Dirjen Otonomi Daerah pun diduga memberikan saran yang tidak patut terhadap seorang Kepala daerah (Walikota) yang berakibat diduga melanggar undang undang, tegas Bije.

Menurut penilaian kami, alasan yang dilontarkan Walikota itu hanya akan memperparah kesalahannya, karena penggunaan dana pemerintah untuk perjalanannya itu akan dinilai sebagai tindak pidana korupsi.

Seseorang Pejabat cuti, sering jalan jalan dibiayai APBD, selain sanksi administratif, saya melihat ada sanksi pidana terkait penggunaan anggaran yang tidak sesuai.
Diduga akan banyak para ASN Kota Tangerang yang terlibat atas kepergian Walikota yang diduga terlalu sering tutup Bije. (jes)

DESA TANJUNG GUNUNG KABUPATEN BANGKA TENGAH BERBENAH MENUJU DESA MANDIRI

2019-08-14

Bangka Tengah - FH&H online,

Hamparan desa sepanjang luas wilayah 10 km dengan jumlah penduduk 4350 jiwa yang terdiri atas 1300 KK yang terbagi atas 3 dusun yaitu; Dusun Tanjung Gunung terdiri atas 6 (enam) RT, dusun tanjung udang  ada  4 (empat) RT dan dusun binjai 2 RT. Jumlah seluruhnya ada 12  RT di desa tanjung gunung, tutur Kades Muslim, S.Pdi (Senin, 12/8/2019).

Desa Tanjung Gunung sebelah barat berbatasan dengan desa air mesu. Sedangkan sebelah timur laut berbatasan dengan laut china selatan. Sebelah utara berbatasan dengan desa batu Belubang. Sebelah selatannya berbatasan dengan desa kayu besi. Muslim baru terpilih sebagai kades dan dipercaya oleh masyarakat Tanjung Gunung melayani masyarakat baru 8 bulan sebagai Kades, dan dilantik oleh Bupati Bangka Tengah, 5 Desember 2018 yang lalu.

Kades menjelaskan desa Tanjung Gunung mempunyai 2 (dua) pantai wisata yaitu Pantai Bebek Emas dan pantai Semujur yang banyak dikunjungi masyarakat Pangkal Pinang dan juga wisatawan dalam dan luar negeri. Mengawali tugasnya sebagai  Kades Tanjung Gunung, Muslim punya ide dan harapan serta keinginan kedepan untuk menjadikan desa Tanjung Gunung menjadi desa yang unik seperti kulinernya yang turun temurun yaitu makanan khas Tanjung Gunung namanya SANGKOLA (terbuat dari singkong / ubi  ketela). 

Menyiapkan kader desa untuk membentuk Pokdarwis (kelompok  sadar wisata). Selain itu juga mengemas desa Tanjung Gunung dengan kesenian khas desa  Tanjung Gunung dan menata desa yang kedepan siap untuk menyambut wisatawan dalam dan luar negeri. Sebab menurut Kades untuk menyiapkan SDM Desa setelah pasca timah ini.

Walaupun ini perlu kerja keras bersama masyarakat untuk menggali potensi desa kedepan pasca timah nanti. Salah satunya menyediakan home stay dan wisata alam sehingga masyarakat desa mendapat income dan lewat pariwisata yang dikemas dengan baik untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa. Masyarakat desa tanjung gunung ada yang menjadi petani, nelayan, penambang dan pekerja.

Desa Tanjung Gunung siap untuk bermitra dengan investor untuk membangun desa Tanjung Gunung ke depan, tutur Kades mengakhiri wawancara. (paulus)

Rayakan Idul Adha, FORWAT berbagi

2019-08-12

Tangerang - FH&H online,

Forum Wartawan Tangerang (FORWAT) peringati Hari Raya Idul Adha 1440 Hijiriyah,  Forum Wartawan yang sudah tidak asing lagi di Wialayah Tangerang Raya ini kembali melaksanakan pemotongan hewan qurban.

Kegiatan sosial seperti ini setiap tahun di Sekretariat Forwat yang beralamat di Jl. Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang.

Senin 12/8/19 Forwat yang diketuai oleh Andi Lala ini bersinergi bersama sama dengan anggotanya menyembelih 6 ekor kambing yang diberi oleh para donatur dari berbagai instansi di wilayah Tangerang Raya.


Subaryudin yang ditunjuk sebagai koordinator Qurban mengatakan, bawa pada hari kedua Idul Adha 1440 Hijiryah ini, Forum Wartawan Tangerang (FORWAT) melaksanakan pemotongan hewan qurban, untuk kita berbagi kepada warga  yang berada disekitar Kantor Sekretariat dan warga yang berada di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Hewan Qurban jenis kambing/domba yang sudah kami sembelih lalu kami lalu kami kemas sebanyak 165 paket, lalu kami salurkan kepada warga, lewat Idul Adha ini mari kita do'akan para donatur agar mendapatkan berkah, semoga amal ibadahnya diterima dan di tahun berikutnya FORWAT dapat berbagi lebih banyak lagi," ujar Subaryudin, sering disapa Yuyu.

Dengan berlangsungnya acara tersebut, Andi Lala selaku Ketua FORWAT sangat senang, karena saat dimulai pemotongan hewan qurban Idul Adha 1440 hijiryah ini hingga selesai pendistribusiannya kepada warga berjalan dengan lancar.

"Semoga pemotongan hewan qurban ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kedepannya para donatur juga Forwat dapat menyumbangkan hewan qurbannya kembali. Karena ini adalah suatu amanah maka bersama rekan rekan, langsung menyalurkan kepada warga yang berhak menerimanya ujar Andi.

Disaat kegiatan berbagi qurban berlangsung, tampak hadir Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Karawaci dan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang, Tiba Yuda Laksana mendapat kesempatan secara simbolis menyerahkan paket daging qurban yang sudah dikemas kepada warga yang sudah menunggu pembagian dari FORWAT. (jes)

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham