Wujudkan Kepedulian Terhadap Sesama "Sehat dengan Berdonor"

2017-11-06

Tangerang - FH&H,
Bapak Iyan Setiawan, S.Pd merupakan salah satu anggota PMI di wilayah Tangerang. Beliau merupakan salah satu warga masyarakat Kota Tangerang yang mendapatkan penghargaan dari PMI Pusat karena telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali. Disela sela kesibukannya sebagai anggota DPRD komisi I Provinsi Banten, dan merupakan Ketua Umum Benteng kita kembali mengadakan acara donor darah di Yang Sen Bio,  5 November 2017 kemarin. 

Melanjutkan acara donor darah 3 bulan yang lalu di Yang Sen Bio, Sewan, Rawa Kucing, Tangerang Banten, Bapak Iyan yang merupakan Ketua Umum Benteng Kita, kembali menggelar acara donor darah kemarin bersama dengan warga Neglasari, Tangerang bekerjasama dengan Fakta Hukum dan HAM. 

Dalam acara tersebut terlihat hadir juga Bapak Agus Setiawan yang merupakan salah satu pengurus Benteng kita dan anggota DPRD kota Tangerang.
Namun sayang beliau tidak bisa ikut serta mendonorkan darahnya karena pada saat itu HB darah beliau tidak memenuhi syarat untuk berdonor. 

Hadir juga pendiri majalah Fakta Hukum dan HAM,  Bapak Wandi. Beliau bersama salah satu wartawan Pusat kita menyumbangkan darahnya untuk masyarakat yang membutuhkan. 

Terlihat juga salah satu anggota Provos Polsek Neglasari,  Aiptu Maryoto,  ikut serta mendonorkan darah bersama warna Neglasari.

Di waktu senggang,  dalam pernyataannya kepada wartawan, Bapak Iyan menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diadakan 2-3 bulan sekali.  Harapannya kegiatan ini bisa mendekatkan donatur donatur agar kegiatan ini dapat berkembang nantinya. Seperti pengobatan massal gratis, pembagian sembako, dan kegiatan kegiatan bakti sosial lainnya. 

Menurutnya, Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian sosial dirinya terhadap masyarakat yang membutuhkan darah. "Tidak ada unsur politik dalam acara ini", tegasnya. Selama kita masih sehat dan bisa berbagi tidak ada salahnya jika kita bisa membantu sesama kita. "Jika bukan kita sendiri yang mulai peduli, siapa lagi? Jangan berharap orang akan peduli dengan kita jika kita sendiri tidak peduli dengan sekitar kita," ujarnya. 

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat neglasari bahkan kepada masyarakat seluruh Indonesia, agar jangan ragu untuk melakukan kebaikan terutama dalam berdonor darah. Karena selain mengumpulkan amal bakti dalam berdonor, masyarakat juga menjaga kesehatannya. 

Targetnya kali ini mengumpulkan 75 kantung darah dan semoga di kegiatan selanjutnya yang rencana akan diadakan pada 14 Januari 2018 nanti bisa dapat menghasilkan lebih banyak kantung darah. 


Dalam acara ini, untuk menarik para pendonor, bekerjasama dengan beberapa lembaga, Bapak Iyan menyediakan bingkisan dan doorprize. Ada kipas angin, lampu LED, dan handphone. Setelah berdonorpun,  para peserta donor darah dapat menikmati laksa dan bakmi ayam.

Ini merupakan ke 109 kali Bapak Iyan ikut mendonorkan darahnya untuk masyarakat seluruh Indonesia. Semoga kegiatan ini bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh masyarakat di Indonesia. (fenny, jay)


SELUNDUPKAN BABY LOBSTER, TUNTUT TIGA TAHUN PENJARA

2017-10-26



Tangerang - FH&H online, 

Sidang tuntutan atas terdakwa David Tan alias Chen Chun Ming (42)  rabu 25/10/2017 warga Negara Taiwan ini sebelumnya didakwa melanggar undang undang no 16 tahun 1992 tentang karantina hewan dan tumbuhan.
Terdakwa mencoba menyelundupkan binatang hewan (baby lobster) yang dilindungi dari Indonesia menuju Taiwan dengan cara dimasukkan kedalam koper sebanyak 20 koper yang sudah di isi dengan oksigen.



Jaksa Penuntut Umum Agus Kurniawan  dari Kejari Kota Tangerang menjatuhkan tuntutan 3 tahun penjara  dan denda 150 juta rupiah subsidair 3 bulan kurungan.
Dalam susunan tuntutan Jaksa, terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama sama dengan sengaja melawan hukum dengan cara  membawa atau menyelundupkan hewan atau binatang jenis (udang)  baby lobster tanpa di lengkapi dokumen yang sah.



Terdakwa melanggar Undang Undang kesehatan pasal 31 ayat (1) jo pasal 7 ayat (1) undang undang no 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Mendengar tuntutan 3 tahun, terdakwa memohon kepada Ketua Majelis Hakim Syamsudin, terdakwa minta keringanan hukuman dengan alasan masih memiliki anak dan istri yang butuh biaya. 
Chen Chun Ming.



Kuasa hukum terdakwa John Hendri, SH menyatakan kliennya bukanlah terlibat langsung sebagai pelaku penyelundup, melainkan suruhan oleh seseorang yang bernama Cho Sen Chu, orang inilah yang menyuruh terdakwa klien saya untuk membawa 20 koper berisi baby lopster dari Indonesia menuju Taiwan ujar John. (JES)

PENEMBAK MAHASISWI ITALIA CHANDRA, TERANCAM HUKUMAN MATI

2017-10-25

Terdakwa Sudirman (21) saat diperiksa di Ruang Sidang



Tangerang - FH&H online, 
Begal motor tergolong sadis ini telah dihadapkan kepersidangan, Senin 23/10/ Pengadilan Negeri Tangerang yang diketuai Majelis Hakim Indra, SH, MH memeriksa saksi saksi dari pihak korban yakni orang tua almarhum korban Italiana.

Jaksa Penuntut Umum Sulastri telah menjerat terdakwa Sudirman dengan pasal berlapis, yakni pasal 365 perampokan dengan kekerasan, pasal 338 menghilangkan nyawa orang dan pasal 340 pembunuhan berencana. 

Terdakwa yang sudah malang melintang melakukan pembegalan motor ini tertunduk diruang sidang, sesuai BAP di Polda Metro Jaya, pengakuannya kepada penyidik sudah melakukan lima kali pencurian dan memberatkan, Spesialis kendaraan roda dua jenis Honda Beat diwilayah hukum Tangerang, sedangkan Syaipul (25) teman terdakwa saat beraksi di Perum Bugel telah tertembak mati oleh Polisi pada 25/7/2017 saat diburu ditempat kedua melarikan diri di Lampung Selatan.

Ketua Majelis Hakim Indra, SH, MH yang berwewenang memeriksa perkara ini mendengarkan keterangan saksi saksi termasuk Ayahanda dan Ibunda Italiana.

Kesaksian Ferry Chandra Ayah kandung korban Italiana menerangkan dipersidangan, pada Senin 12/6/2017 yang lalu sekitar pukul 04:30 wib subuh usai bangun tidur di rumah tinggalnya jln. Gunung Raung Perum Bugel Indah Karawaci Tangerang setiap pagi langsung mengeluarkan dua sepeda motor dari dalam rumah kehalaman untuk persiapan berangkat kerja.

Dua unit motor tersebut, salah satu milik korban Italiana anak saya dan satu milik saya ujar Ferry dipersidangan.

Sekitar pukul 07:00 wib pada hari itu saya berangkat kerja, sedangkan anak saya Italiana tidak berangkat ke Kampus, dia dirumah bersama Ibunya ujar Ferry diruang sidang.

Sekitar pukul 14:30 saya dapat telepon dari tetangga rumah, yang menyatakan supaya saya pulang dari tempat kerja karena anak saya mengalami perampokan.

Sontak pada saat itu saya langsung pulang ternyata anak saya sudah keadaan meninggal dunia di kamar mayat Rumah Sakit Sari Asih ujar Ferry dipersidangan dengan mata berkaca kaca.

Sementara Sugiarti Ibu kandung korban, saat memberikan kesaksian dipersidangan tidak tahan membendung air matanya, sambil menangis menceritakan apa yang dialaminya pada saat kejadian itu berada ditempat kejadian, mengaku masih sedih dan trauma atas kepergian putrinya yang ditembak didepan mata saya ujar Sugiarti, usai Sugiarti memberi kesaksian memohon kepada Majelis Hakim supaya terdakwa dihukum mati. (JES)

PEMILIK EMPAT PAKET GANJA DITUNTUT DELAPAN BULAN PENJARA

2017-10-18

Terdakwa Constantine Otis, saat mendengarkan tuntutan Jaksa


Tangerang - Fakta Hukum dan HAM online, 

Sidang atas terdakwa Constantine Otis di Pengadilan Negeri Tangerang 18/10/2017 berlangsung diruang sidang tujuh.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sun Basana Hutagalung dengan agenda pembacaan tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Taufik dari Kejari Kota Tangerang sebelumnya telah menjerat terdakwa dengan dakwaan melanggar pasal 127 ayat 1 Undang Undang No. 35 tahun 2009.

Sebelum Jaksa membacakan tuntutan, terlebih dahulu menguraikan kronoligis perbuatan terdakwa.

Pada Sabtu 14/9/2017 petugas Bea dan Cukai menemukan paket asal kiriman dari Amerika itu mencurigakan, setelah petugas Bea Cukai memeriksa paket tersebut menemukan 4 paket ganja dan 10 tulbe  bentuk LIQUID (cairan) ganja berbentuk pasta yang disimpan dibalik kartu ucapan ulang tahun seberat 7,3 gram. Sehari kemudian 15/9/2017 petugas gabungan Bea Cukai dan Polres Bandara Soetta mengikuti arah alamat kiriman paket selundupan narkotika tersebut.

Petugas meringkus terdakwa Constantine Otis sebagai penerima paket selundupan disalah satu Apartemen dibilangan Jakarta Selatan.

Atas perbuatan terdakwa Jaksa Penuntut Umum Taufik menuntut terdakwa Constantine Otis 8 (delapan) bulan penjara.

Mendengar tuntutan Jaksa, terdakwa langsung semangat beranjak dari tempat duduknya konsultasi dengan penasihat hukumnya.

Setelah  terdakwa mendapat arahan dari penasihat hukumnya, terdakwa menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim atas tuntutan yang telah dibacakan Jaksa, dengan senyum terdakwa menjawab "saya terima", ujar terdakwa pada Hakim.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum tetap pada tuntutannya.

Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang menunda persidangan pekan depan 25/10/2017 dengan agenda pembacaan Vonis. (JES)

TUNDA KEBERANGKATAN, MAKAPAI LION AIR BAYAR KOMPENSASI PENUMPANG YANG TERTUNDA

2017-10-02


Tangerang - FH&H,

Penerbangan maskapai Lion Air dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ke berbagai tujuan mengalami keterlambatan (delay). Delay tersebut berlangsung sejak Minggu (1/10) malam. 


Informasi yang dihimpun Online Fakta Hukum dan Ham beberapa tujuan penerbangan Lion Air dari Bandara Soetta yang mengalami delay diantaranya tujuan Denpasar 3 pesawat, tujuan Padang 2 pesawat, tujuan Kualanamu 2 pesawat, tujuan Pangkal Pinang,  tujuaj Pekan Baru, Lombok dan Jambi masing masing 1 pesawat. 



Para penumpang yang terlantar hingga dini hari menunggu keberangkatan ketujuan masing masing.Pe
raturan Kementerian Perhubungan, Lion Air memenuhi hak-hak penumpang berupa kompensasi sesuai lamanya keterlambatan.
Adapun  kompensasi yang diberikan berupa makan, minum dan uang kompensasi sebesar Rp 300 (tiga ratus ribu rupiah) kepada setiap penumpang yang delay.



Hasil pantauan Online Fakta Hukum dan Ham, hingga hari ini beberapa penerbangan Lion Air masih mengalami delay di Terminal 1B. 



Para penumpang yang di delay dari semalam baru diberangkatkan pagi hingga siang ini sesuai tujuan masing masing. pagi ini ketujuan masing masing kata Sugeng Haryadi, Airport Operation Senior Manager kepada Online Fakta Hukum dan Ham di Terminal 1B, Bandara Soetta, Tangerang, Senin (2/10/2017). 



Sementara penyebab keterlambatan sejumlah maskapai pesawat Lion Air tersebut hingga saat ini belum tau ujar Sugeng, hingga berita ini diturunkan, Online Fakta Hukum dan Ham sudah mencoba konfirmasi kepada pihak maskapai Lion Air namun belum ada jawaban (JES)

JAKSA DAKWA ARTIS IWA K, ATAS KEPEMILIKAN TIGA LINTING GANJA

2017-09-06

Tangerang - FH&H,
Pengadilan Negeri Tangerang, menyidangkan perkara artis Iwa Kurniawan alias Iwa dan kawan kawan, Rabu 6/9/2017.
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Sun Basana Hutagalung berlangsung diruang sidang 7 dengan acara mendengarkan dakwaan. JPU Jaksa Penuntut Umum Ikbal Hadjarati dan Taufik membacakan dakwaanya kepada Iwa K dan kawan kawan atas kepemilikan Narkotika jenis ganja.

Berawal pada Sabtu 29/4/2017 Iwa K (46) diamankan oleh Aviation Security (Avsec) terminal 1 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada saat memasuki Security Cek Point (SCP) 1 sekitar pukul 05:00 wib.
Pada saat pemeriksaan, Iwa K didapati memiliki menyimpan Narkotika jenis ganja sebanyak tiga linting dikantong yang disimpan dalam bungkus rokok Jisamsoe.

Iwa K akhirnya gagal bertolak ke Palembang dengan menggunakan Pesawat Lion Air JT 792.
Pihak Aviation Security (Aspec) menyerahkan Iwa K kepihak Polres Bandara Soetta untuk penyelidikan selanjutnya.

Menurut saksi penyidik Kepolisian Polres Bandara Soetta saat diperiksa dipersidangan menyatakan, terdakwa Iwa K mendapatkan ganja tersebut dari terdakwa Yoris, atas pengakuan Iwa K penyidik mengembangkan kepada terdakwa Yoris, dari terdakwa Yoris berkembang lagi, ganja tersebut didapat dari terdakwa Naomi, terdakwa Naomi mengaku ganja tersebut diambil milik terdakwa Bayu dengan tanpa sepengetahuan terdakwa Bayu.
Jaksa Penuntut Umum Ikbal Daradjati dan Taufik, mendakwa Iwa K dan kawan kawan atas kepemilikan Narkotika jenis ganja, dengan Undang Undang Narkotika pasal 111 ayat (1) satu atau pasal 127 ayat (1) satu huruf (a).

Setelah Jaksa selesai membacakan dakwaannya dan mendengar kesaksian dari penyidik Polres Bandara Soetta, Ketua Majelis Hakim Sun Basana Hutagalung menutup Persidangan, yang akan dilanjutkan pekan depan dengan acara pemeriksaan saksi terdakwa. (JES)

Pembukaan Orientasi IX HIKMAHBUDDHI

2017-09-02

Banten - FH&H, 
Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI)  mengadakan Pekan Orientasi IX. Dimana pekan oreantasi ini merupakan agenda wajib yang diselenggarakan untuk membekali kader-kader baru HIKMAHBUDHI dengan pemahaman visi dan misi organisasi serta pergerakan HIKAMHBUDHI secara nasional.  Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 1-3 September 2017 di Vihara Avalokitesvara Banten, Kasemen Kota Serang dengan diikuti kurang lebih 150 peserta dari seluruh cabang HIKMAHBUDHI di indonesia.  Pada hari ini (2/9) bertempat di hotel Flamingo,  Banten, Pekan Orientasi ini dibuka. Terlihat hadir Bapak Iyan Setiawan, S.Pd (Anggota DPRD banten) bersama dengan Ketua DPRD Provinsi Banten, Bapak Asep Rahmatullah.  Pekan Orientasi yang bertemakan "Mahasiswa Buddhis: cendikiawan Muda Penjaga Kebhinekaan", diharapkan dapat terus berkarya dan turut andil dalam menjaga kebhinekaan serta persatuan di Indonesia yang mana merupakan rumah kita bersama.  "Mahasiswa Buddhis, ke depan harus turut berjuang membangun bangsa dan berani, tidak tabu memasuki dunia politik,  tidak tabu menjadi politikus handal", ujar Bapak Iyan Setiawan yang datang sebagai undangan Anggota DPRD Prov.  Banten. Tugas mahasiswa saat ini adalah menangkal informasi-informasi negatif,  terlebih dapat memecah belah persatuan bangsa. Selain mengklarifikasi dan mereda informasi negatif tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyebarkan informasi-informasi positif yang secara psikologi dapat mendamaikan dan mencerahkan para pembaca.  Semoga sukses selalu untuk HIKMAHBUDDHI.  (fenny&jay)


Pertanggungjawaban APBD 2016 Kota Banjarmasin Berjalan Lancar

2017-08-09



Banjarmasin - Fakta HUKUM & HAM,

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Banjarmasin tahun anggaran 2016 berjalan mulus. 

Setelah pembahasan melalui komisi, seluruh fraksi di DPRD Kota Banjarmasin menyatakan sepakat dapat menerima dan menyetujui terhadap penggunaan anggaran pengelolaan jalannya pemerintahan dan pembangunan itu.

Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2016 yang sebelumnya disampaikan Walikota Ibntf Sina tanggal 3 Juli lalu tersebut selanjutnya dituangkan dan disahkan menjadi Perda ini diputuskan dalam rapat paripurna DPRD Kota Banjannasin, Jumat (21/7).

Meski menyetujui, namun sejumlah -fraksi memberikan sejumlah catatan agar Pcmko terus berupaya memperbaiki manajemen pengelolaan keuangan dalam melaksanakan setiap program dan kegiatan. 

Terlebih dalam mengamankan dan menjaga aset daerah pada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SK PD).

Menurut Fraksi Amanat Nasional (F-PA N) dalam pendapat akhirnya mengemukakan, dalam pembahasan Raperda APBD, perbedaaan pendapat yang muncul selama pembasan hal wajar dan harus diartikan sebagai kinerja sama yang baik antara legislatife dan eksekutif.

Lebih jauh F-PAN berharap Pemko Banjarmasin terus mempersiapkan tenaga-tenaga khusus yang dilatih profesional agar kedepan pola penyerapan anggaran berjalan seimbang dan berkelanjutan serta mampu melahirkan efek positif dalam meningkatkan roda pembangunan di kota ini.

Dalam rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali SH MM ini, pihak Pemko yang diwakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap ditetapkannya Raperda. 

Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2016. "Apalagi Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Banjarmasin Tahun Anggaran 2016 ini telah sesuai dan memenuhi ketentuan yuridis formal, materiil dan teknis," ujarnya.

Terkait kritik, koreksi, saran dan catatan yang disampaikan fraksi dewan, Wakil Walikota Hermansyah menegaskan, tentunya akan menjadi perhatian serius pihak eksekutif untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dengan tetap memperhatikan koridor yuridis, koridor obyektifitas, urgensi, efektifitas dan efisiensi untuk bisa memperbaiki ki nerja pengelolaan APBD.

Sebelumnya dalam rapat paripurna, 1 Jumat (3-/7), Walikota Ibnu Sina menyampaikan laporan bahwa APBD tahun 2016 yang ditetapkan dalam Perda Nomor : 11 tahun 2015 kemudian diubah dengan Perda Nomor : 16 tahun 2016 dengan volume anggaran Pendapatan Daerah sebesar Rpl.544.787.107.886.

Untuk Belanja Daerah dianggarkan Rp 1.656.677.047.002, Penerimaan Pembiayaan, Daerah Rp. 16.389.939.116, sedangkan Pengeluaran Pembiyaan Daerah dianggarkan Rp 4.500.000.000.

Menurut Walikota Ibnu Sina, sesuai dengan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD tahun Anggaran 2016 dan memperhatikan berbagai masukan terhadap proses penyusunan hingga penetapan APBD Perubahan tahun anggaran 2016, APBD Kota Banjarmasin dapat terselenggara sebagaimana mestinya.

Terkait pelaksanhan APBD ini. Walikota Ibnu Sina juga menge- - mukakan, meski dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun dari pemeriksaan laporan keuangan BPK RI Perwakilan Kalsel, Pemko ; Banjannasin untuk keempat kalinya - mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 


(Sugian)

PENABRAK TEWASNYA SISWA SMK YADIKA, DIVONIS 1 TAHUN MASA PERCOBAAN

Terdakwa Susanto


TANGERANG,  Fakta Hukum dan HAM Online.

Sidang kasus Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) dengan terdakwa Susanto (55) di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (08/08/2017) berjalan diruang sidang 5 (lima). Majelis Hakim yang diketuai oleh Syamsudin, SH membacakan putusannya.

Sebelum Hakim membacakan putusannya, terlebih dahulu membacakan uraian kronoligis perbuatan terdakwa atas pelanggaran UU Lalulintas pasal 310 dan pasal 330 KUHP tentang lalali dalam berkendara sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia.
Sekitar bulan januari 2017 yang lalu, tepatnya di Jln. Tamanakam Pahlawan Serpong Kota Tangselatan, terdakwa Susanto mengemudikan kendaraan jenis mini bus merk Mzda,  telah menabrak korban Rodho Alfarel (16) Siswa kelas 2 SMKS Yadhika IV Serpong Kota Tangerang Selatan hingga meninggal dunia.

Berdasarkan pertimbangan Hakim, serta pemeriksaan terdakwa dan saksi saksi selama persidangan, Hakim Syamsudin manjatuhkan Vonis terhadap terdakwa Susanto dengan penjara selama 1 tahun masa percobaan, dan denda 12 juta rupiah susider 2 bulan kurungan.

Mendengar Vonis Hakim, orang tua korban yang mengikuti acara sidang, menangis histeris di dalam ruang sidang memprotes Hakim atas Putusan yang hanya dijatuhi masa percobaan, orang Ibu korban tidak kuasa menahan kekesalannya hingga jatuh pingsan. 

Sementara terdakwa seusai di Vonis langsung pulang melenggang keluar dari ruang sidang dengan wajah tidak merasa bersalah.

Atas Vonis tersebut terdakwa menerima, sedangkan Jaksa Penuntut Umum Fajar dari Kejaksaan Negeri Tigaraksa menyatakan pikir pikir (JES).
 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham