Home » , » WARGA RW 019 KELURAHAN GEBANG RAYA "TOLAK PEMBANGUNAN PD. PASAR KOTA TANGERANG"

WARGA RW 019 KELURAHAN GEBANG RAYA "TOLAK PEMBANGUNAN PD. PASAR KOTA TANGERANG"

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2017-04-09 | 21.43.00


Tengah, Lurah Gebang Raya Maulana A. Damanik saat bertemu perwakilan warga RW 019

 
Tampak Lokasi Fasos Fasum Grand Duta Tangerang














Tangerang - FH&H online,
Warga Perumahan Grand Duta Tangerang, Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk Kota Tangerang, khususnya warga RW 019, terusik dengan adanya rencana pembangunan oleh PD Pasar yang nota bene (Pasar Modern).
Gito salah satu perwakilan dari warga RW 019 sangat tidak setuju dibangunnya pasar tersebut, saya sebagai warga berhak menolak fasos fasum kami sebagai warga Grand Duta dibangun pasar, warga saat ini khususnya RW 019 tidak membutuhkan pasar, sebab pasar sudah banyak yang sangat dekat jaraknya, seperti pasar Regency, pasar Jati, pasar Taman Cibodas.
Kalau pasar tersebut dibangun akan memperparah banjir dan macet bahkan terjadi penumpukan sampah ujar Gito. Ia pun mengatakan kepada Majalah Fakta Hukum dan HAM online,  bahwa jika lokasi yang dimaksud akan dibangun pasar oleh pemerintah PD Pasar Kota Tangerang adalah langganan banjir, persis berada dipinggir kali, terbukti setiap dimusim penghujan lokasi tersebut perbatasan langsung dengan Perumahan Total Persada yang sering dilanda banjir hingga ketinggian dua sampai tiga meter.
Beda hal dengan Lurah Gebang Raya Maulana A. Damanik, selasa 4/04/2017 saat bertemu dgn perwakilan warga RW 019 dikantor Kelurahan, mengatakan, pasar tersebut akan tetap dibangun, sesusai perintah Wali Kota kepada Camat Periuk untuk mencarikan lahan lokasi untuk pembangunan pasar modern, kebetulan Pak Camat dapat lokasi fasos fasum Grand Duta yang terletak di RW 018 ujar Lurah. Hingga berita ini diturunkan, Camat Periuk beberapa kali dihubungi lewat Hand Phonnya tidak mau menjawab.
Beberapa orang perwakilan RW 019 usai bertemu dengan Lurah akhirnya bubar dan tidak ada kesepakatan yang jelas antar kedua belah pihak. Dipihak Lurah sebagai wakil pemerintahan penampung aspirasi warga, tetap akan melakukan pembangunan PD Pasar, dipihak warga khususnya RW 019 tidak akan menyetujui keberadaan pasar tersebut.
Warga sepakat kalau pihak PD Pasar Kota Tangerang bersikukuh tetap membangun pasar tersebut, kami warga RW 019 kurang lebih 300 Kepala Keluarga akan mendatangi Kantor Wali Kota Tangerang meminta supaya pasar tersebut pembangunannya dibatalkan.
Warga tidak memerlukan pasar, kami butuh sarana olah raga seperti yang dijanjikan pihak pengembang (Grand Duta) saat awal kami membeli Rumah disini ujar Gito. (JES)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham