Home » , , » PENEMBAK MAHASISWI ITALIA CHANDRA, TERANCAM HUKUMAN MATI

PENEMBAK MAHASISWI ITALIA CHANDRA, TERANCAM HUKUMAN MATI

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2017-10-25 | 19.19.00

Terdakwa Sudirman (21) saat diperiksa di Ruang Sidang



Tangerang - FH&H online, 
Begal motor tergolong sadis ini telah dihadapkan kepersidangan, Senin 23/10/ Pengadilan Negeri Tangerang yang diketuai Majelis Hakim Indra, SH, MH memeriksa saksi saksi dari pihak korban yakni orang tua almarhum korban Italiana.

Jaksa Penuntut Umum Sulastri telah menjerat terdakwa Sudirman dengan pasal berlapis, yakni pasal 365 perampokan dengan kekerasan, pasal 338 menghilangkan nyawa orang dan pasal 340 pembunuhan berencana. 

Terdakwa yang sudah malang melintang melakukan pembegalan motor ini tertunduk diruang sidang, sesuai BAP di Polda Metro Jaya, pengakuannya kepada penyidik sudah melakukan lima kali pencurian dan memberatkan, Spesialis kendaraan roda dua jenis Honda Beat diwilayah hukum Tangerang, sedangkan Syaipul (25) teman terdakwa saat beraksi di Perum Bugel telah tertembak mati oleh Polisi pada 25/7/2017 saat diburu ditempat kedua melarikan diri di Lampung Selatan.

Ketua Majelis Hakim Indra, SH, MH yang berwewenang memeriksa perkara ini mendengarkan keterangan saksi saksi termasuk Ayahanda dan Ibunda Italiana.

Kesaksian Ferry Chandra Ayah kandung korban Italiana menerangkan dipersidangan, pada Senin 12/6/2017 yang lalu sekitar pukul 04:30 wib subuh usai bangun tidur di rumah tinggalnya jln. Gunung Raung Perum Bugel Indah Karawaci Tangerang setiap pagi langsung mengeluarkan dua sepeda motor dari dalam rumah kehalaman untuk persiapan berangkat kerja.

Dua unit motor tersebut, salah satu milik korban Italiana anak saya dan satu milik saya ujar Ferry dipersidangan.

Sekitar pukul 07:00 wib pada hari itu saya berangkat kerja, sedangkan anak saya Italiana tidak berangkat ke Kampus, dia dirumah bersama Ibunya ujar Ferry diruang sidang.

Sekitar pukul 14:30 saya dapat telepon dari tetangga rumah, yang menyatakan supaya saya pulang dari tempat kerja karena anak saya mengalami perampokan.

Sontak pada saat itu saya langsung pulang ternyata anak saya sudah keadaan meninggal dunia di kamar mayat Rumah Sakit Sari Asih ujar Ferry dipersidangan dengan mata berkaca kaca.

Sementara Sugiarti Ibu kandung korban, saat memberikan kesaksian dipersidangan tidak tahan membendung air matanya, sambil menangis menceritakan apa yang dialaminya pada saat kejadian itu berada ditempat kejadian, mengaku masih sedih dan trauma atas kepergian putrinya yang ditembak didepan mata saya ujar Sugiarti, usai Sugiarti memberi kesaksian memohon kepada Majelis Hakim supaya terdakwa dihukum mati. (JES)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham