Home » , , » BOS CV. JUAN ABADI DIPOLISIKAN

BOS CV. JUAN ABADI DIPOLISIKAN

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2019-03-09 | 23.16.00

Jakarta - FH&H Online,
Akibat perbuatannya melawan hukum Yosef Sugianto (40) dilaporkan kepihak Kepolisian Sektor Kalideres Jakarta Barat. Jaelani (36) korban penganiayaan telah melaporkan Yosef Sugianto ke Satreskrim Sektor Kalideres atas sangkaan penganiayaan, Jaelani bersama Istri dan Kuasa Hukumnya Halim Darmawan, SH, MH, CLA, pada hari kamis 4/3/2019 mendatangi Polsek Kalideres Jakarta Barat membuat Laporan tindak pidana penganiayaan.
 korban Jaelani telah diterima oleh piket Reskrim Sektor Kalideres dengan No: STBL/160/K/III/2019/PMJ/Sektor Kalideres Jakarta Barat, atas tuduhan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang  ancaman hukumannya diatas 7 tahun penjara.
Awal mula kejadian penganiayaan tersebut, ketika Fenny Sadiyah tidak lain adalah istri korban Jaelani, memintai tolong untuk menemani menagih berupa uang sebesar 30 juta kepada Yosef Sugianto, yang sebelumnya sudah janji via Hand Phone untuk mengembalikan uang 30 juta yang dimasud.
Namun ketika Jaelani dan istrinya Fenny sampai ketempat (gudang) sekaligus tempat produksi GALVANIS tempat usaha Yosef Sugianto pada senin tanggal 4/3/2019 sekitar pukul 17:30 di pergudangan Jl. Benda Raya No. 5 Rt. 001/005 Kampung Belakang Kalideres Jakarta Barat, terjadi cekcok, dan korban langsung didorong dorong oleh Yosef.
Dihadapan istri korban dan salah satu teman Fenny, Yosef Sugianto bertubi tubi memukul, menendang, korban Jaelani dibagian tangan, dada dan perut. Tidak lama beberapa orang karyawan gudang melerai kejadian penganiayaan tersebut.
Menurut Jaelani selaku korban, pada saat kejadian tersebut dia tidak melakukan perlawanan, dia pasrah dipukul dengan tangan kosong, ditendang, saya pasrah aja papar Jaelani. Sebelum pergi dari TKP, istri korban dipanggil kakak ipar Fenny yang bekerja disitu dengan mengatakan, ""Udah Fenny masuk dulu, Yosef  udah mau bayarin tuh," ujar  Elia kakak ipar fenny. Namun, tanpa disangka, didalam kantor Fenny malah cekcok mulut dengan istri Yosef. Bukan dibayar malah istri Yosef terus memaki disaksikan oleh teman fenny. Dan lebih parahnya Fenny  mendapat WA dari salah satu kerabatnya yang kebetulan kerja didekat gudang Yosef bahwasannya Jaelani kembali dipukulin. Spontan Fenny keluar dan benar saja Jaelani sedang dipukul lagi. Saat itu juga Fenny dan Jaelani segera pergi mendatangi Polsek Kalideres dengan maksud membuatkan Laporan. Disaat mau pergi, Yosef berteriak, "Tunggu disitu Lo pada, Gua panggil Buser Kalideres".
Saat menghadap ke Polsek Kalideres, pihak Polsek memberi sararan agar supaya korban Jaelani terlebih dahulu dibawa Visum ke RSUD Cengkareng Jakarta Barat. Setelah senin 4/3/2019 sekira pukul 02:30 dini hari korban Jaelani selesai melakukan Visum, kembali lagi ke Polsek Kalideres.

Tiba di Polsek, korban Jaelani dan Istrinya Fenny dapat arahan dari salah seorang anggota reskrim, disarankan agar korban Jaelani datang kembali hari Kamis tanggal 7/3/2019 sambil menunggu hasil Visum dari RSUD Cengkareng dan siapa tahu ada perdamaian.
Jaelani  dan istrinya Fenny dengan sabar menuruti arahan dari pihak Polsek, sambil menunggu dua hari, akhirnya terjadilah kesepakatan antara korban Jaelani, Fenny sebagai istri dan Halim Darmawan, SH, MH, CLA sebagai kuasa hukum Jaelani, melaporkan perbuatan Yosef kepihak yang berwajib, yakni sesuai lokus (TKP) Tempat Kejadian Perkara diduga Penganiayaan ke Polsek Kalideres Jakarta Barat. (jes, hal, Wan)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham