Home » , , » Kendalikan Peredaran Ganja, Penghuni Lapas Kelas 1 Dituntut Hukuman Mati

Kendalikan Peredaran Ganja, Penghuni Lapas Kelas 1 Dituntut Hukuman Mati

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2019-03-20 | 18.33.00

Tangerang - FH&H online

Sidang atas terdakwa Muhamad Imam Fadilah alias Kopral (27) di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa 20/03 berlangsung diruang sidang tujuh


Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut Sudira, SH, MH dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reza Vahlefi, SH.



Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reza Vahlefi sebelumnya telah menjerat terdakwa melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.



Sebelum kami membacakan tuntutan, kami terlebih dahulu menguraikan kronoligis perbuatan terdakwa atas pelanggarannya terhadap pasal pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) tentang narkotika ujar Jaksa dipersidangan. 



Adapun terdakwa Muhamad Imam, sekitar bulan Mei 2018 sedang menjalani pidana di Lapas Kls I Tangerang, diperintah oleh Steven Irawan alias Buyung yang juga sedang menjalani pidana di Lapas yang sama, untuk mengambil paket narkotika di Kantor Pos Tangerang dan terdakwa menyanggupi.



Karena terdakwa mempunyai orang yang sanggup mengambil paket narkotika tersebut, lalu Steven mengirim Resi pengiriman barang narkotika ganja yang dikirm dari Aceh dengan alamat pengirm dari Jln. Iskandar Lambhuk Ulee Kareng Kota Banda Aceh.



Minggu, 1 Juli 2018 terdakwa dari Lapas menghubungi Yulius agar mengambilkan paket narkotika yang dikirim dari Aceh di alamat Kelurahan Cibodas RT 08/08 Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.



Setelah tiga hari kemudian selasa 3 Juli 2018 terdakwa menghubungi Yulius untuk mengambil 7 paket besar kiriman kiriman ganja, tidak lama kemudian sekitar pukul 10:00 wib, Yulius dan temannya Ridwan ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional, terdakwa sudah dua kali memerintahkan Yulius mengambil paket ganja berat keseluruhan 98.732,5 gram, atau 98 kg lebih, yakni bulan Mei dan bulan Juli 2018 diberi upah oleh terdakwa sebesar tiga juta limaratus ribu rupiah ujar Jaksa.



Atas perbuatan terdakwa, JPU menuntut terdakwa Muhamad Imam Fadilah dengan penjara hukuman mati. Mendengar tuntutan tersebut terdakwa langsung tertunduk lesu. Menurut Jaksa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ujar Jaksa di persidangan.



Setelah Jaksa  membacakan tuntutannya, pihak Penasehat Hukum terdakwa, Pendi Sihombing, SH dan Nasrulloh, SH akan mengajukan pembelaan atau Pledoi katanya.

Persidangan dilanjut Senin, 25/03 dengan agenda Pledoi. (jesman)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham