Home » , , » Sidang agenda Pledoi atas tuntutan Mati Muhamad Imam

Sidang agenda Pledoi atas tuntutan Mati Muhamad Imam

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2019-03-27 | 20.57.00

Tangerang - FH&H Online, 

Pengadilan Negeri Tangerang, menyidangkan terdakwa Muhamad Imam Fadillah alias Kopral (26) yang dituntut mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pelanggaran undang undang narkotika.
Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Ketut Sudira selasa 25/03 diruang sidang enam.Terdakwa sebelumnya dijatuhi hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reza Vahlefi Sohi. Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) tentang narkotika.

Menurut dakwaan Jaksa, terdakwa Muhamad Imam, sekitar bulan mei 2018 sedang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kls I Kota Tangerang atas kasus narkotika jenis sabu yang divonis hukuman 8 tahun penjara.

Saat di dalam Lapas terdakwa diperintah oleh Steven Irawan alias Buyung yang juga sedang menjalani pidana di Lapas yang sama, untuk mengambil paket narkotika di Kantor Pos Tangerang dan terdakwa menyanggupi.
Karena terdakwa mempunyai orang yang sanggup mengambil paket narkotika tersebut, lalu Seteven memberikan Resi pengiriman barang narkotika ganja yang dikirm dari Aceh dengan alamat pengirm dari Jln. Iskandar Lambhuk Ulee Kareng Kota Banda Aceh.

Minggu, 1 juli 2018 terdakwa dari Lapas menghubungi Yulius melalui media sosial (medsos) lewat pesan WhatsApp (WA) agar mengambilkan paket narkotika yang dikirm dari Aceh dialamat Kelurahan Cibodas RT 08/08 Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

Setelah tiga hari kemudian Selasa 3 Juli 2018 terdakwa melalui media sosial lewat WhatsApp (WA) kembali menghubungi Yulius untuk mengambil 7 paket besar kiriman ganja dari Aceh.

Setelah Yulius dan seorang temannya benama Ridwan mengambil paket tersebut, kealamat Kantor Pos Tangerang.

Tidak lama kemudian sekitar pukul 10:00 wib, Yulius dan Ridwan ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Terdakwa sudah dua kali memerintahkan Yulius mengambil paket ganja berat keseluruhan 98.732,5 gram, atau 98 kg lebih, yakni bulan mei dan bulan juli 2018 diberi upah oleh terdakwa sebesar tiga juta limaratus ribu rupiah ujar Jaksa.

Atas kronologis kejadian tersebut, maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Muhamad Imam Fadillah alias Kopral dengan penjara hukuman mati. Atas tuntutan tersebut, tim kuasa hukum terdakwa, membacakan pembelaannya, Pendi Sihombing dan Nasrulloh selaku pensihat hukum terdakwa meminta kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini, supaya memberikan keringanan hukuman dan menghukum terdakwa yang seadil adilnya, ujar Nasrulloh.

Berdasarkan pasal 28 UUD 1945, setiap orang berhak untuk hidup serta berhak untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya, berdasarkan pasal 4 UU No. 39/1999 tentang Hak Azasi Manusia (HAM). Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, hati nurani dan hak beragama papar Nasrulloh dalam nota pembelaannya.

Atas pledoi (pembelaan) penasihat hukum terdakwa, Jaksa Penuntut Umum Reza Vahlefi Sohi secara lisan langsung menanggapi tetap pada tuntutan mati yang sudah dibacakan terhadap terdakwa pungkas Jaksa.

Persidangan selanjutnya, dijadwalkan senin tanggal 1/4 dengan agenda tanggapan atau (Replik) Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pledoi penasihat hukum terdakwa. (jesman)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham