Home » , , » Penasihat Hukum Nurdin Halim, ajukan Nota Pembelaan

Penasihat Hukum Nurdin Halim, ajukan Nota Pembelaan

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2019-07-01 | 22.43.00

Tangerang - Fakta Hukum & HAM online,

Pengadilan Negeri Tangerang Kota menyidangkan perkara atas nama terdakwa Nurdin Halim (58) Senin 1/7/19 digelar di ruang sidang satu.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sucipto, SH dengan agenda pembacaan Pledoi (Pembelaan) oleh tim penasihat hukum terdakwa.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Jufri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Kota telah menuntut terdakwa Nurdin Halim selama 6 bulan kurungan penjara.
Terdakwa Nurdin Halim telah terbukti bersalah melanggar pasal 317 KUHP tentang laporan fitnah. 

Hulia Syahendra tim penasihat hukum terdakwa mengajukan pembelaannya dihadapan Majelis Hakim, agar Majelis membebaskan Nurdin Halim dari segala tuntutan Jaksa, dan juga agar segera merehabilitasi nama baik terdakwa. 

Bila Majelis berbeda berpendapat, kami mohon supaya di putus seadil-adilnya ujar Hulia Syahendra tim Kuasa Hukum Terdakwa dalam Pledioinya dipersidangan.  
Tim kuasa hukum  berpendapat terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana fitnah, sesuai tuntutan Jaksa.

Sebab terdakwa melakukan laporan tersebut hanya sebagai pelaksana atas anjuran atau suruhan pihak anggota TNI aktif atas nama Mayor Inf. Mulya, sedangkan terdakwa Nurdin buta huruf, tidak bisa baca tulis ujar penasihat hukum terdakwa. 

Diruang sidang tiga Jaksa Jufri usai menyidangkan perkara yang beda, dikonfirmasi Wartawan menyatakan, pihak Penuntut Umum tetap pada tuntutan yang sebelumnya sudah kami bacakan dipersidangan tegas Jufri.

Iya, kami pihak JPU tetap pada tuntutan ujar Jufri, minggu depan senin 8/7/19 saya akan memberikan tanggapan (Replik) atas Pledoi penasihat hukum terdakwa singkat Jufri.
mantan Ketua RW 11 periode 2014-2015, di rumahan Taman Jaya, Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. 
Ia di laporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pengaduan palsu/fitnah oleh Mayor Sucipto, seorang anggota TNI aktif, yang kini tengah bertugas di Kogartap I/Jakarta. 

Nurdin Halim menjadi terdakwa karena membuat laporan fitnah/palsu serta membubuhi tandatangannya sebagai Ketua RW mengirim surat ke Panglima TNI pada 2017 yang lalu, surat tersebut ditembuskan ke berbagai satuan TNI serta ke kesatuan tempat Mayor Sucipto bertugas.

Akibat laporan fitnah/palsu tersebut, korban/pelapor Mayor Inf. Sucipto merasa dirugikan, bahkan diperiksa dikesatuannya, walau tidak terbukti seperti yang dilaporkan oleh terdakwa Nurdin, bahkan kenaikan pangkat saya tertunda gara gara saya dilaporkan fitnah ujar Mayor Sucipto.

Hakim Ketua Majelis Sucipto, SH yang memeriksa persidangan ini, melanjutkan persidangan pekan depan senin 8/7/19 dengan agenda mendengarkan tanggapan (Replik) dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) tutup Hakim. (Jes)

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham