Home » , , » RESIDIVIS MENGANCAM & MEMERAS MELALUI WHATSAPP

RESIDIVIS MENGANCAM & MEMERAS MELALUI WHATSAPP

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2019-08-03 | 17.48.00

Pangkal Pinang - FH&H online,

Jumat, 26 Juli 2019 bertempat di gedung Ditreskrimsus Polda Kep. Bangka Belitung pukul 09.00 wib s/d selesai direskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung KOMBES Pol Indra Krimasyadi juga turut mendampingi  Kabid Humas Polda Kep. Babel AKBP Pol. Drs. Maladi melaksanakan konfrensi pers  perkara pengancaman dan pemerasan melalui whatsapp dengan tersangka pelaku MV yang merupakan seorang residivis terkait tindak pidana pengancaman dan pengrusakan dengan senjata tajam. 

Tersangka pelaku baru bebas dari lapas dan mendapat  CB/ cuti bersyarat s/d bulan September 2019.

Kronologi kejadian perkaranya pada bulan juni terduga pelaku berkenalan dengan akun faceboook seorang wanita.  Setelah korban melanjutkan komunikasi melalui aplikasi whatsapp, 3 Juli 2019 terduga pelaku melakukan vidio call, lalu menjanjikan kepada korban akan memberikan uang sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) apabila korban membuka baju dan memperlihatkan setengah bagian atas tubuh korban kepada tersangka pelaku dan selanjutnya tersangka pelaku melakukan onani, setelah itu vidio call tersebut langsung mati tanpa sepengetahuan korban.

Tersangka pelaku telah menscreenshoot vidio call tersebut lalu mengirimkan screenshoot tersebut dan mengancam kepada korban. Selanjutnya pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah) dan mengajak untuk berhubungan suami isteri.

Lalu pada tanggal 6 s/d 9 Juli 2019 tersangka pelaku selalu mengancam meminta uang kepada korban, jika tidak screenshoot gambar tersebut akan disebarkan dimedia sosial.

Pada tanggal 11 Juli 2019 korban mengirimkan uang kepada rekening tersangka pelaku. Adapun barang bukti yang disita 1(satu) unit hp merk oppo a 3 s warna merah, 1 (satu) lembar bukti transfer dari rekening bank BRI dari korban ke rekening an: martini, 1 (satu) buah ATM Bank Sumsel Babel warna gold serta uang pecahan sebanyak Rp 500.000 (lima ratus ribu).

Pasal yang disangkakan yaitu pasal 27 ayat 4 jo pasal 45 ayat 4 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UUD RI nomor 11 tahun 2008 tentang  ITE dan pasal 369 KUHP. Ancaman kurungan 6 tahun penjara serta denda Rp 1000.000.000 (satu milyar rupiah).

Demikian yang disampaikan Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung.(paulus/humas)
 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham