Home » , , » SITI NURSIAH MANTAN WAKIL BENDAHARA KONI KOTA TANGERANG DIVONIS 6 TAHUN PENJARA

SITI NURSIAH MANTAN WAKIL BENDAHARA KONI KOTA TANGERANG DIVONIS 6 TAHUN PENJARA

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2019-11-28 | 22.45.00


Serang - Fakta Hukum dan HAM Online,
Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Serang Banten Kamis 28/11/19 menyidangkan perkara terdakwa Siti Nursiah mantan wakil bendahara umum Koni Kota Tangerang.

Terdakwa Siti Nursiah sebelumnya dituntut selama 6,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reza Vahlefi, SH dari Kejari Kota Tangerang.

Siti Nursiah mantan wakil bendaraha umum KONI Kota Tangerang di era tahun 2011-2015 dihadapkan dimuka persidangan dengan kasus penyelewengan dana Hibah KONI Kota Tangerang pada era tahun 2011-2015 dengan cara memperkaya diri sendiri.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tipikor Muhammad Ramdes, dengan agenda pembacaan putusan (Vonis).

Sebelum Hakim membacakan Putusannya, terlebih dahulu menguraikan hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa.


Hakim mengatakan hal yang meringankan terdakwa Siti Nursiah adalah, sopan selama dalam persidangan dan kooperatif saat memberikan keterangan serta mengakui perbuatannya.

Sedangkan yang memberatkan terdakwa, akibat perbuatannya telah merugikan keuangan Negara dan meresahkan Masyarakat, papar Hakim saat membacakan amar putusannya.

Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melanggar pasal 2 dan pasal 3 ayat (1) Undang Undang No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor) atau Undang Undang No. 20 tahun 2001.

Siti Nursiah turut diduga menikmati anggaran Hibah kurang lebih 662 juta rupiah untuk memperkaya diri sendiri.

Setelah tim Majelis Hakim musyawarah, selanjutnya menghukum terdakwa Siti Nursiah dengan pidana selama 6 tahun penjara, denda 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Atas putusan hukuman yang dibacakan Hakim, terdakwa menyatakan pikir pikir.
Sama halnya dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir pikir terhadap Putusan Majelis.

Sementara Ketua Majelis Hakim M. Ramdes tidak bisa melanjutkan persidangan untuk membacakan putusan (Vonis) terhadap Dasep, karena mengingat waktu tidak mengijinkan, sudah terlalu sore ujar Ramdes.

Sidang akan dilanjut pekan depan kamis 5/12/19 dengan agenda pembacaan putusan (Vonis) terhadap terdakwa Dasep, Ketua Majelis Hakim menutup persidangan.  (jes)
 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham