Home » » DUA TERSANGKA PENCURI 7 PUCUK SENPI GENGGAM HS SUDAH DIAMANKAN DIPOLDA BABEL

DUA TERSANGKA PENCURI 7 PUCUK SENPI GENGGAM HS SUDAH DIAMANKAN DIPOLDA BABEL

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-05-03 | 12.13.00

Pangkal pinang - FH&H online,

Dalam konferensi/siaran pers yang digelar pada 30 April 2020 di ruang conferensi pers Polda Kepulauan Bangka Belitung oleh Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Drs. A Maladi bersama Kasubdit III Diskrimum Polda Babel AKBP Wahyudi, ST memberi penjelasan tentang perkembangan penanganan kasus pencurian senpi genggam HS dinas Inventaris Ditsamapta Polda Babel.

Pada hari Selasa tanggal 28 April 2020, team Opsnal Ditreskrimum Polda Babel telah menangkap 2 orang pelaku pencurian 7 pucuk senpi genggam HS dinas Inventaris Ditsamapta Polda Babel.

Selanjutnya telah dilakukan penahanan terhadap 2 orang tersangka tersebut dalam rangka proses penyelidikan atas nama ; Bripda AF (Ba sat samapta polres Bangka Tengah polda kep babel),dan Bripda MA (Ba dit samapta polda Babel).
Barang bukti yang telah dilakukan penyitaan dari para tersangka berupa 4 pucuk senpi genggam HS dinas Inventaris Ditsamapta polda kep Babel dengan data sebagai berikut;  
- senpi HS Reg H 191820, 
- senpi HS Reg H 191828, 
- senpi HS Reg 191836,  
- senpi HS Reg H 191850.

Selanjutnya Polda Babel berkoordinasi dengan Polda Sumsel untuk permohonan bantuan mengamankan BB 3 pucuk senpi HS yang menurut pengakuan para tersangka telah dijual kepada Bripda BAS yang bertugas sebagai anggota Polres OKU Selatan, serta Bripda AA anggota Polres OKU Timur. Sedangkan Bripda AMS anggota Polres OKU Selatan sebagai saksi.

Pada hari Rabu, 29 April 2020 personel Ditreskrimum Polda Babel melakukan penjemputan terhadap 2 orang personel Polda Sumsel yang diduga sebagai pembeli senpi dan 1 orang personel Polda sumsel sebagai saksi.

Berikut barang bukti 3 pucuk senpi HS. Setiba di Polda Babel, terhadap 2 personel yang diduga sebagai pembeli senpi HS dan 1 personel sebagai saksi dilakukan pemeriksaan yaitu; Bripda BAS NRP 98040662, Ba sat sabhara polres OKU Selatan(pembeli senpi), Bripda AA NRP 98040631,Ba sat sabhara polres OKU timur(pembeli senpi), Bripda AMS NRP 98050783 Ba sabhara OKU selatan (saksi).

Adapun barang bukti 3 pucuk senpi dinas Inventari ditsamapta jenis HS sebagai berikut;
- Senpi HS Reg H 191815,
- Senpi HS Reg H 191826, 
- Senpi HS Reg H 191833.

Selanjutnya dilakukan penyitaan barang bukti dari para tersangka penadah (480) berupa 3 pucuk senpi genggam HS dinas Inventaris Ditsamapta polda kep Babel dengan data sbb; 
- senpi HS Reg H 191815 ,
- senpi HS Reg H 191826,
- senpi HS Reg H 191833.

Maka untuk selanjutnya 7 pucuk senpi genggam HS dibas Inventaris ditsamapta polda Babel yang hilang dicuri telah lengkap ditemukan dan saat ini telah berada di ditreskrimum polda kep Babel guna proses penyelidikan" jelas kabid humas polda babel AKBP Drs Maladi.
Untuk kronologis kejadiannya sbb; awal Januari 2020 selepas isya AF menemukan kunci gudang yang tertinggal dimeja kantin barak sunfai selan.Pada saat apel nakam pers samapta AF bersama MA membuka gudang menggunakan kunci yang ditemukan dan mengambil 3 pucuk senpi jenis HS. Kunci gudang kemudian dikembalikan kelemari RM(pemegang kunci) dan senpi disimpan dirumah Aspol AF.

Kemudian pada akhir pebuari 2020 MA menawarkan 1 pucuk senpi jenis HS kepada BAS (Ba sat sabhara polres OKU selatan,teman satu kota sama sama baja lulusan 2019).
"MA  mengatakan senpi jenis HS tersebut dingin (aman) asal dari papua dan BSA menyetujui pembeliaan seharga Rp 15 juta.

Selanjutnya pada tanggal 3 Maret 2020 BAS mentransfer melalui bank BRI Rp 5 juta kepada MA. Kemudian tanggal 5 Maret 2020 kembali BAS mentransfer melalui bank BRI Rp 5 juta lagi kepada MA.

Pada 6 Maret 2020 MA pulang ke OKU timur dengan membawa 3 pucuk senpi jenis HS.Selanjutnya 7 Maret 2020 MA menyerahkan 1 pucuk senpi jenis HS kepada  BAS dijalan raya OKU timur.Lalu MAmenawarkan 1 pucuk lagi kepada BAS.

Selanjutnya BAS menawarkan 1 pucuk senpu kepada AA seharga Rp 18 juta.BAS menyerahkan uang Rp 20 juta kepada MA(Rp 5 juta kekurangan dari senpi yang dibelinya,dan Rp 15 juta untuk senpi yang dijual kepada AA). BAS menyerahkan 1 pucuk senpi jenis HS. MA menyimpan 1 pucuk senpi jenis HS dengan cara mengubur dikebun karet orang tuanya.

Pada 8 maret 2020 MA pulang kembali kepangkal pinang,dan malamnya MA membagi uang hasil penjualan 2 pucuk senpi dengan AF masing masing Rp 15 juta. Seterusnya pada 10 Maret 2020 pada saat apel malam pers Sabhara,AF dan MA kembali mengambil kunci gudang dari lemari RM tanpa sepengetahuan RM, AF dan MA mengambil lagi 4 pucuk senpi jenis HS dan menyimpannya dirumah Aspol AF.

Tanggal 15 Maret 2020 AF menjual 1 pucuk senpi kepada RH seharga Rp5 juta. 26 Maret 2020 MA pulang kepalembang,dan saat berada dipalembang MA menawarkan 1pucuk lagi kepada BAS seharga Rp 15 juta,dengan alasan butuh uang karena ayah sakit.

BAS kemudian mentransfer 14,6 juta melalui bank BRI ke rekening MA, selanjutnya MA meluncur ke OKU  timur dan mengambil 1 pucuk senpi yang ditanamnya dikebun karet dan MA menyerahkan 1 pucuk senpi jenis HS berikut amunisi sebanyak 20 butir.

Pada 18 Maret 2020 MA kembali ke pangkal pinang dan saat dipalembang MA menarik uang Rp 15 juta melalui ATM.Sesampai dipangkal pinang uang hasil penjualan senpi dibagi sama rata dengan AF(masing masing Rp7,5 juta).

Seterusnya pada tanggal 18 April 2020 AF memindahkan 3 pucuk senpi jenis HS dari rumah Aspol AF dan MA kerumah teman AF tanpa sepengetahuan YY selaku pemilik rumah. 2 (dua) pucuk senpi disembunyikan di plafon rumah sebelah luar dan 1 pucuk senpi dilorong antar rumah dibawah perahu,berikut 7 butir amunisi (yang diperoleh saat latihan menembak pada Agustus 2019 yang lalu) di rumah teman AF yang bernama YY di kelurahan kampung keramat Pangkal Pinang.

Ditanggal 20 April 2020 RSH menemui AF di sebuah copi thiam untuk mengembalikan senpi ke AF, tetapi uang belum dikembalikan oleh AF. Oleh AF senpi disimpan bersama senpi yang disembunyikan AF dibawah perahu.

Selanjutnya pada tanggal 27 April 2020 team jatanras mengamankan pelaku AF dan MA dan berhasil menyita 4 pucuk senpi jenis HS (2 pucuk diatas plafon bagian luar dan 2 pucuk dilorong antara rumah dibawah perahu rumah YY).Nomer seri senpi HS; H191820, H191828, H 191836 dan H 191950.

Berdasarkan keterangan MA sebanyak 3 pucuk senpi jenis HS telah dijual kepada BAS (Ba sat sabhara polres OKU selatan) sebanyak 3 pucuk.

Selanjutnya 28 April 2020 Polda Babel berkoordinasi dengan Polda Sumsel terkait 3 pucuk senpi yang telah dijual oleh MA kepada BAS.

Hasil interogasi dan penggeledahan oleh polres OKU selatan terhadap BAS ditemukan 2 pucuk senpi jenis HS dilemari kamar kost BAS disimpang ketuai,kecamatan muara dua kabupaten OKU selatan dengan nomer senpi HS seri H 191815 dan H 191826.

Pada tanggal 30 April 2020 terhadap 2 orang tersangka BSA dan AA beserta saksi SRB teman satu kamar kost BSA beserta 3 pucuk senpi jenis HS dan 20 butir amunisi dibawa kepolda kep bangka Belitung dan dilakukan proses penyidikannya di ditreskrimum polda kep Bangka Belitung.

Demikian release conferensi pers disampaikan via whats App konfirmasi dari Kabid Humas Polda Babel AKBP Drs A .Maladi kepada FH&H. (paulus/humas)

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham