Home » , , » DIDUGA REKANAN DI ACEH TAMIANG KANGKANGI SURAT KEPUTUSAN PLT GUBERNUR ACEH

DIDUGA REKANAN DI ACEH TAMIANG KANGKANGI SURAT KEPUTUSAN PLT GUBERNUR ACEH

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-05-08 | 23.19.00


Ketua DPC LAKI Kab. Aceh Tamiang, Syahri El Nasir, S.Kom di lokasi pekerjaan

Aceh Tamiang - FH&H online

Menindak lanjuti surat Plt Gubernur Aceh, Nomor 602.1/6075 Tanggal 14 April 2020 tentang penundaan pelaksanaan proses tender DOKA, Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn, beberapa waktu lalu pernah menyampaikan bahwa kegiatan proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) TA 2020 untuk kabupaten setempat akan ditunda pelaksanaan pekerjaannya.

Namun, berdasarkan penelusuran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Aceh Tamiang, Pembangunan Jalan Paya Awe - Paya Kulbi, Kecamatan Karang Baru, yang anggarannya bersumber dari DOKA TA 2020, sejumlah Rp 6.912.196.830, telah mulai dikerjakan oleh rekanan beberapa hari lalu.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC LAKI Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri El Nasir, S.Kom, kepada Media Majalah Fakta Hukum dan HAM online, melalui Whatsapp, Jum'at (08/05/20) malam.

Syahri El Nasir membeberkan, beberapa hari lalu, rekanan pembangunan jalan Paya Awe - Paya Kulbi atas nama CV HTJ dan diduga proyek tersebut milik keluarga Bupati Aceh Tamiang telah mulai bekerja dengan melakukan clearing dan grubbing di badan jalan dengan menggunakan alat berat, namun dikarenakan beberapa hari ini cuaca sering hujan terlihat pekerjaan tersebut telah dihentikan.


"Seharusnya semua pihak rekanan wajib mematuhinya atas surat Gubernur Aceh, Nomor 602.1/6075 Tanggal 14 April 2020 tentang penundaan pelaksanaan proses tender DOKA, bukan berarti bebas berbuat sesuka hatinya walau proyek tersebut milik keluarga Bupati Aceh Tamiang", tegas Nasir.

Syahri El Nasir menjelaskan, Zulfadli (Bang Iyong) Media Online Lintas Aceh telah melakukan konfirmasi Kepala Dinas PUPR Aceh Tamiang melalui Kabid Bina Marga, Ilham Ageng Pranata, ST, setelah shalat Jum'at siang tadi (08/05/220) pukul 14:15. Pengakuan Ilham Ageng Pranata, ST, bahwa rekanan atas nama CV HTJ telah melaksanakan striping pada pembangunan Jalan Paya Awe - Paya Kulbi tanpa sepengetahuan pihak dinas.

"Menurut Kabid Bina Marga Dinas PUPR Aceh Tamiang mereka tidak  ada memerintahkan harus dikerjakan segera, bahkan paket-paket pekerjaan yang lain juga belum ada yang bekerja, itu inisiatif rekanan sendiri dikatakan oleh Kabid Bina Marga, karena konfirmasi dari rekanan kebetulan ada alat berat greader lagi nganggur di sekitar lokasi, juga pengakuan Kabid Bina Marga PUPR Aceh Tamiang, mereka tidak ada dikabari jika akan ada pekerjaan tersebut", jelas Syahri El Nasir. (Jas.Ms)
 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham