Home » , » Keluarga Driver Ojol, Positif COVID-19 Terlantar

Keluarga Driver Ojol, Positif COVID-19 Terlantar

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-06-04 | 15.58.00

Tangerang -  FH&H Online,  


Istri driver Ojek Online (Ojol), Julkeriah (32) tidak mendapat penanganan medis setelah dinyatakan positif COVID-19. Warga berKTP Kabupaten Tangerang tersebut setres akibat terpapar Covid, kini Julkeriah dalam kondisi shock dan semakin drop.


Budi Adiwijaya (37) suami Julkeriah yang sehari hari bekerja driver Ojek Online mengaku, istrinya diterlantarkan pihak Dinas Kesehatan Kota Tangerang setelah dinyatakan reaktif COVID-19.



Istri saya sudah dirapid test dan tes swab hasilnya positif COVID-19, tapi sampai sekarang diterlantarkan tidak ada tindakan dari pihak pihak yang berwewenang katanya saat ditemui di bilangan Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, Kamis (4/6/2020).



Budi mengaku sekeluarganya diminta menjalani test COVID-19 oleh pihak Puskesmas Sukasari setelah salah satu orang tuanya meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19.



Pada 2 Mei 2020, hasil tes tersebut menunjukkan hanya istrinya dan adik iparnya yang dinyatakan positif COVID-19. namun, Julkeriah tak mendapat penanganan lebih lanjut. Sedangkan adik iparnya mendapatkan penanganan karena memiliki BPJS yang masih aktif.



Kenapa Positif Covid harus dirawat pakai BPJS..? sedangkan BPJS istri saya sudah tidak aktif lagi dari tahun 2016 yang lalu. Padahal, kan, setahu saya kalau pasien COVID-19 perawatannya ditanggung pemerintah, ungkap Budi sambil kesal.



Sebulan lebih Julkeriah hanya mengisolasi diri secara mandiri untuk melawan COVID-19 di kediaman orang tuanya di kawasan UNIS, Babakan, Kota Tangerang, bahkan, Julkeriah pun mendapat diskriminasi oleh warga sekitar.



Istri saya jadi saya isolasi sendiri di rumah orang tua, sedangkan saya dan keluarga untuk sementara tinggal di Balaraja, ujar Budi.



Saat ini Budi dalam keadaan bingung dengan penanganan istrinya yang menjadi penderita COVID-19, dia ingin istrinya mendapatkan penanganan lebih lanjut agar bisa sembuh dari COVID-19.



Lebih lanjut Budi mengatakan, sampai sekarng belum ada tanggapan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang tutup Budi. (jes) 
 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham