Home » , , » Penabrak Maut di Karawaci, Margaretha dituntut 11 Tahun

Penabrak Maut di Karawaci, Margaretha dituntut 11 Tahun

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-07-15 | 22.06.00

Tangerang - FH&H online,


Margaretha Aurelia (26) sidang sebelumnya Rabu 3/6/20 didakwa dengan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haerdin, S.H. dari Kejari Kota Tangerang.

Terdakwa Margaretha dihadapkan ke persidangan atas kasus kecelakaan maut, menabrak korban Andre Njotohusodo (50) yang pada saat itu berjalan kaki di kawasan Lippo Karawaci Tangerang.

Jaksa penuntut umum, Haerdin menyebutkan dalam dakwaannya, Margaretha didakwa melanggar Pasal 311 ayat (5) dan Pasal 310 ayat (4) UU RI Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Rabu, 15/7/20 sidang atas terdakwa Aurelia di Pengadilan Negeri Tangerang, berlangsung di ruang sidang 6 dengan agenda tuntutan.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Arif Budi dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan JPU terhadap terdakwa. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haerdin sebelumnya telah menjerat terdakwa melanggar Pasal 311 ayat (5) dan Pasal 310 ayat (4) UU RI Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sebelum JPU membacakan tuntutan, terlebih dahulu menguraikan kronologis perbuatan terdakwa. Pada hari Minggu 29/3/20 terdakwa Margaretha mengendarai Mobil jenis Honda Brio B 1578 NRTmenabrak Andre Njotohusodo hingga tewas di kawasan Perumahan Lippo Karawaci, Kota Tangerang.

Keadaan terdakwa diduga dalam keadaan mabuk, dengan kecepatan tinggi sambil menggunakan Handphone, didalam mobil yang dikemudikan juga ditemukan minuman keras jenis Soju.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mentut terdakwa Margaretha Aurelia selama 11 tahun penjara. Mendengar tuntutan tersebut terdakwa langsung tertunduk lesu. Menurut JPU , terdakwa Margaretha terbukti secara sah dan meyakinkan, secara tidak sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Sebagaimana diataur dalam Pasal 311 ayat (5) dan Pasal 310 ayat (4) UU RI Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutannya, Penasihat Hukum terdakwa Charles Situmorang, pekan depan akan mengajukan Pembelaan (Pledoi), Ketua Majelis Hakim Arif menutup persidangan. (jes)


 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham