Home » , , » PENGUNGKAPAN KASUS PEREDARAN GELAP NARKOBA JENIS SABU SEBANYAK 200 KG

PENGUNGKAPAN KASUS PEREDARAN GELAP NARKOBA JENIS SABU SEBANYAK 200 KG

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-08-01 | 08.56.00


Babel - FH&H online,

Polda kepulauan Bangka Belitung pada hari Rabu 30 Juli 2020 pukul 11.00 WIB melaksanakan kegiatan press realese/siaran press pengungkapan kasus peredaran gelap Narkoba jenis sabu sebanyak 200 kg yang langsung dipimpin oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjend Pol Drs  Anang Syarif Hidayat bertempat di lobby Utama polda Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam conferensi pers realese tersebut dikuti dan dihadiri oleh Wakapolda kep Babel Brigjend Pol Drs Umardani Msi, Irwasda Polda Babel Kombes Pol  Drs A Marhaendra SH, DIRNARKOBA Polda Babel Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan SIK Msi,Kabid Humas polda Babel Kombes Pol Drs A Maladi serta Kabid Rehabilitasi perwakilan dari BNN propinsi kep Bangka Belitung.

Dalam realesenya Kapolda kepulauan Bangka Belitung Irjend Pol Drs Anang Syarif Hidayat menjelaskan, "Pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2020 pukul 17.30 WIB Ditresnarkoba polda Babel menerima informasi dari dari masyarakat bahwa di jasa pengiriman barang antar pulau yang beralamat di jalan pertamina kelurahan lontong pancur kota pangkal pinang,ada benda yang mencurigakan di duga Narkotika yang disembunyikan didalam karung berwarna hijau berisi jagung.
Atas informasi tersebut dirnarkoba beserta Kasubdit III dan Panit I Subdit I memeriksa secara random beberapa karung yang dicurigai dan menemukan 8 bungkus besar Narkotika jenis sabu dengan berat bruto sebanyak 9,13 kg.

Berdasarkan hasil pendalaman informasi,diketahui barang tersebut di import dari Myanmar melalui malaysia keIndonesia dan masuk melalui kepulauan Riau serta transit di Babel dan akan dikirim kealamat penerima di Jakarta.

Informasi diperoleh juga bahwa telah ada barang berupa jagung yang telah dikirim kejakarta melalui pelabuhan Pangkal Balam yang diangkut menggunakan truk barang. Atas temuan barang bukti di duga Narkotika tersebut, Dirnarkoba Polda Babel melaporkan kepada kapolda kepulauan Bangka Belitung dan kemudian menghubungi Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri untuk meminta Back Up teknik karena akan melakukan teknik penyidikan pengantaran yang diawasi (controlled delivery) ke Jakarta.

Pada Rabu tanggal 22 Juli 2020 setelah berkoordinasi dengan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Dirnarkoba Babel membentuk 3 Tim untuk melakukan penyelidikan yaitu Tim I terdiri atas 4 personil Ditresnarkoba polda Babel dipimpin Dirnarkoba berangkat ke jakarta untuk melakukan pengembangan dan di Back Up oleh Tim dari Direktorat IV Tipidnarkoba Bareskrim Polri.

Tim II terdiri 4 personil lainnya melakukan pengawalan/control terhadap Narkoba yang ditemukan di pangkal pinang ke alamat tujuan melalui jalur laut dan Tim ke III terdiri dari 4 personil melakukan penyelidikan ketanjung punang kepulauan Riau.

Kemudian Tim mendapatkan informasi jumlah barang yang disimpan digudang sudah ada 287 karung,lalu akan ada tambahan pengiriman dengan jumlah 60 karung plus 73 karung.

Selanjutnya anggota melaksanakan penyamaran sebagai kuli angkut untuk menggali informasi mendalam,siang hari seorang wanita paru baya mendatangi kantor ekspedisi dan menanyakan keberadaan karung jagung,lalu anggota yang melakukan penyamaran menyampaikan karung jagung tersebut ada digudang, kemudian diantar untuk melihat barang tersebut. Wanita itu memfoto lalu menghubungi seorang laki laki dan menyampaikan barang semuanya ada di gudang dan dalam keadaan aman, kemudian wanita tersebut pulang.

Didapatkan kembali informasi bahwa akan datang kembali seseorang untuk mengambil karung berisi jagung tersebut dan kemudian benar datang seorang perempuan yang sama yang sebelumnya telah datang ke gudang untuk mengambil barang berupa jagung tersebut dan setelah dimuat kedalam truk dilakukan control kembali kemana tujuan pengiriman barang dan kemudian sampai digudang yang berada di Cikarang Bekasi.

Sesampai digudang tersebut Tim yang dipimpin Dirnarkoba melakukan penangkapan dan interogasi, didapat keterangan bahwa wanita tersebut berinisial SCR dan kegiatan yang dilakukannya diperintah Sdr KRD (DPO) untuk mengambil barang berupa jagung dan mengantar ke gudang tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Sdr SCR bahwa kegiatan pengiriman barang dilakukan atas permintaan Sdr KRD(DPO) dan dalam kegiatan tersebut Sdr SCR dibantu oleh Sdr D yang beralamatkan di Tanjung Pinang, kemudian Sdr D berhasil diamankan oleh Tim III di Tanjung Pinang berikut 2 orang lainnya berinisial Sdr A dan RN.

Setelah seluruh barang berupa karung berisi jagung dengan totol sebanyak 423 karung( termasuk karung yang dilakukan controlled Delivery) berada didalam gudang Cikarang selanjutnya dilakukan penggeledahan dengan disaksikan oleh pemilik gudang dan Sdr SCR dan hasil dari penggeledahan didapatkan 196 bungkus plastik berisi diduga Narkotika dari total 423 karung berisi jagung tersebut.

Dari keterangan Sdr SCR menyampaikan bahwa hari Jumat tanggal 24 Juli 2020 Sdr KRD (DPO) akan datang mengecek barang digudang, lalu Tim melakukan pengamatan disekitar gudang. Hari Jumat tanggal 24 Juli 2020 dilakukan pemantauan disekitar gudang hingga sore hari namun Sdr KRD tidak datang ke gudang. Senin tanggal 27 Juli didapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kendaraan telah ditinggal pemiliknya selama 3 hari dan barang barang didalamnya masih dalam keadaan lengkap.
Setelah dibuka oleh Tim dan dilakukan penggeledahan, didapatkan beberapa alat bantu untuk mendeteksi keberadaan shabu dan alat untuk membongkar karung tersebut yaitu Metal Detector (karena dalam setiap 2 kg shabu direkatkan lempeng logam setebal 2 mm dengan ukuran 2x10 cm), 3 buah pisau cutter, satu buah lakban warna coklat dan beberapa buah poly bag hitam.
Terduga yang diamankan ; 1. SCR,Pr(Jakarta) telah ditetapkan menjadi tersangka, 2, RN als SH,IK(Batam), 3. A,ik (Batam), 4. YD als D,ik(Batam), (RN,A dan YD diamankan diBareskrim Polri guna pemeriksaan lebih lanjut).

Barang bukti yang disita:
TKP I; 
1. 8 (delapan) bungkus Narkotika jenis Shabu dengan kemasan plastik putih didalam karung berisi jagung dengan berat bruto 9,3 kg (dilaksanakan controlled delivery).
TKP 2; 
1. 196 (seratus sembilan puluh enam) kemasan plastik transparan berisi Narkotika jenis Shabu yang disembunyikan di dalam karung berisi jagung dengan berat bruro lebih dari 200 kg.
2. 423(empat ratus dua puluh tiga) karung jagung,sekitar 20 ton jagung.
3. 1(satu) unit kendaraan daihatsu xenia warna putih nopol B 1107.
4. 1(satu) unit kendaraan daihatsu grandmax warna silver nopol D 1321 AAS.
5. 1(satu) buah metal detector.
6. 3(tiga) buah pisau cutter.

D. Modus operandi pengiriman shabu dimasa pandemi covid 19 melalui jalur laut kemudian diangkut menggunakan truk yang disamarkan didalam karung berisi jagung untuk menggelabui jika ada pemeriksaan petugas.

Jiwa yang terselamatkan: dengan terungkapnya kasus peredaran gelap Narkoba ,jiwa yang terselamatkan berhasil diselamatkan lebih dari 1000.000 (satu juta) jiwa manusia.

Pasal yang disangkakan: Pasal 114 Ayat (2) Jo pasal 132 Ayat I subsider pasal 112 Ayat (2) Jo pasal 132 Ayat I lebih subsider pasal 115 Ayat (1) Jo pasal 132 Ayat I UU RI No 35 Thn 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman seumur hidup.

Demikian penjelasan press realese/siaran pers yang disampaikan kapolda kepulauan Bangka Belitung.

Realese  berita conferensi pers ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Drs A. Maladi via Whats App konfirmasi kepada FH&H. (Paulus/humas)

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham