Home » , » Diduga PT. Adhi Karya Bekerja Tidak Sesuai SOP Melaksanakan Pekerjaan

Diduga PT. Adhi Karya Bekerja Tidak Sesuai SOP Melaksanakan Pekerjaan

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-09-25 | 09.06.00

 Aceh Tamiang - Fakta Hukum & HAM,


Proses penggalian pipa Jaringan Gas Alam Rumah Tangga (Jargas-Red) yang sedang dikerjakan oleh PT. Adhi Karya di Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang diduga dapat mengancam keselamatan anak-anak dan warga sekitar.

Hal tersebut dalam amatan wartawan, lubang yang menganga lebar diduga dapat membahayakan pengguna jalan yang berada di Dusun Ar-rahim, tepatnya di Gang Buntu, Kampung Kotalintang, Kecamatan Kota Kualasimpang. Terlihat jelas ada beberapa lubang galian di dalam gang yang cukup sempit itu dibiarkan bahkan ditinggalkan begitu saja semenjak hari terakhir mereka kerjakan, Senin, 14 September 2020.

Konfirmasi kepada Datuk Penghulu Kampung Kotalintang, Azmi Arifin, kepada Media Fakta Hukum & HAM di ruang kerjanya, Rabu, 23 September 2020, menjelaskan, "Saya sudah pernah bertanya langsung kepada orang lapangan PT. Adhi Karya tetapi namanya saya sudah lupa, jawabannya setelah pipa disambung dan terkoneksi ke rumah - rumah warga baru lubang - lubang tersebut mereka tutup, tapi hingga kapan menunggu terkoneksi sementara satu gang saja hingga puluhan lubang", jelas Datok Azmi.

Lebih lanjut Azmi Arifin menerangkan, "Di kotalintang setau saya sudah sekitar 2000 lebih lubang yang sudah terbuka, sebelumnya pada awal penggalian lubang mereka mengatakan kalau pagi lubang digali dan janji mereka sorenya mereka tutup kembali dikarenakan jalan kotalintang dan gang banyak yang sempit, tetapi kenyataannya lain dilapangan, hingga berminggu ditinggalkan begitu saja, kita tanyakan sama yang berbaju biru mereka jawab 'oh, bukan urusan kami pak, tanya yang berbaju abu - abu juga saling buang badan", terangnya.

Saya sebagai Datok penghulu kampung kotalintang menegaskan, tolonglah pekerjaan dikerjakan punya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan septi demi kenyamanan masyarakat saya, selesaikan satu - satu titik dulu baru berlanjut ke titik lokasi lainnya. Dan  tanah galian jangan ditumpuk ditengah jalan karena jalan dan gang kotalintang ini cukup sempit", tegas Datok Azmi Arifin.

Konfirmasi Media Fakta Hukum & HAM terhadap Bayu, selaku  Humas  PT. Adhi Karya Wilayah Aceh Tamiang melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis 24 September 2020, dengan beberapa pertanyaan mempertanyakan seputar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sejauh mana tanggung jawab perusahaan jika terjadi kecelakaan terhadap warga atas lubang - lubang tersebut. Pada pukul 12:22 wib, sangat disayangkan dengan jawaban ringkas, "Sbtr bg.maaf saya lagi meeting๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป", jawab Bayu.

Hingga berita ini dilayangkan ke Redaksi. Jum'at 25 September 2020, pukul 02:44 dini hari, pihak Humas PT. Adhi Karya wilayah Aceh Tamiang tidak menjawab beberapa pertanyaan dari konfirmasi media Fakta Hukum & HAM.(Jas.Ms)

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham