Home » , » Asuransi AXA, digugat Nasabah

Asuransi AXA, digugat Nasabah

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-10-22 | 14.38.00

Tangerang - Fakta Hukum dan HAM Online,

Asuransi Axa Financial selaku penyedia asuransi kesehatan digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan oleh salah satu membernya karena disebut menolak klaim bukan penyakit yang dikecualikan dalam polis.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Swardi Aritonang, selaku kuasa hukum dari kliennya Hilda Sugita.

Kasus ini berawal saat Hilda Sugita dirawat di RS Pondok Indah pada 23 Mei 2020 sampai 31 Mei 2020, lalu dirujuk ke RS Siloam Karawci Tangerang karena menderita penyakit di bagian kepalanya.

Diagnosanya Rupture Anuerisme dan dinyatakannya sembuh dan pulih secara normal hingga saat ini,” ujarnya saat ditemui di Tangerang pada Rabu (21/10/2020).

Dirawat hingga sekarang dinyatakan sembuh, biaya perawatannya sebesar Rp 506 juta. Biaya perawatan ini diajukan ke AXA Financial untuk mendapatkan asuransi kesehatan.

Tertanggal 30 Juli 2020 AXA menolak klaim klien kami dengan menyatakan penyakit klien kami tidak bisa mendapatkan manfaat pertanggungan,” kata Swardi Aritonang.

Menurut Swardi Aritonang, hasil diagnosa penyakit kliennya setelah dirawat di RS Pondok Indah (RSPI) adalah Headache, Subarachnoid Hemorhage From Intracranial Artery Unspecified. Sedangkan dari RS. Siloam, hasil diagnosanya adalah Rupture Aneurisma.

Ari menjelaskan penolakan klaim AXA tidak berdasar dengan alasan penolakan klaim.

Penyakit Rupture Aneurisma berhubungan dengan stroke. Sebagai salah satu penyakit yang tidak mendapat manfaat selama masa tunggu 12 bulan sebagaimana ketentuan Pasal 9 Huruf J Polis No.508-2087452. 

Padahal klausul pasal tersebut jelas hanya menyebutkan “Stroke” sebagai salah satu penyakit yang tidak mendapatkan manfaat dalam masa tunggu khusus,” kata dia.

Maka AXA, lanjutnya, menolak klaim penyakit Rupture Aneurisma dengan alasan penyakit yang berhubungan dengan stroke adalah tindakan yang tidak berdasar dan secara sepihak sudah memperluas pengaturan klausul Polis terhadap penyakit yang tidak mendapat manfaat setelah terjadi perawatan tersebut.

Pihak AXA terkesan mencari pembenaran sebagaimana surat tanggapan Nomor: 039/AXA–LCC/IX/2020 tanggal 14 September 2020 dengan melakukan perbaikan redaksional jawaban yang sebelumnya tertulis Headache, Subarachnoid Hemorhage From Intracranial Artery Unspecified dan Rupture Aneurisma berhubungan dengan stroke” menjadi Headache, Subarachnoid Hemorhage From Intracranial Artery Unspecified dan Rupture Aneurisma termasuk dalam penyakit stroke. ”Ini hanya redaksional dari sebelumnya alasan berhubungan dengan stroke menjadi termasuk dalam penyakit,” paparnya.


Setelah disomasi, kata Aritonang, pihak AXA sempat meminta perpanjangan waktu dalam suratnya untuk mempelajari klaim tersebut hingga 3 kali. Namun malah surat terakhir hanya menyampaikan jawabannya kembali ke surat penolakan klaim di awal.

Menurutnya, penolakan klaim ini merupakan suatu tindakan yang ingkar janji terhadap polis No. 508-2087452 Pasal 9 Huruf J yang menjadi perjanjian yang sah menjadi UU kepada mereka yang membuatnya (pacta sunt servanda). AXA tidak tepat menolak klaim atas nama Hilda Sugita sedangkan premu yang dibayarkan pertama sebesar Rp 22.301.300,-.

“Tidak ada klausul Polis yang bisa ditafsirkan sebagai dasar penolakan Pasal 9 Masa tunggu selama 12 bulan pertama sejak tanggal berlakunya polis tidak ada manfaat yang dapat diberikan pada kanker, Hepatitis B, Hepatitis C, Diabetes, Penyakit jantung (termasuk namun tidak terbatas pada serangan jantung, gagal jantung, penyakit Jantung Koroner, penyakit Jantung iskemik, penyakit, penyakit Katup Jantung, artemia jantung), Gagal Ginjal, Tekanan Darah Tinggi, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Sirosis Hati (Liver Cirrhosis)/gagal Hati: dan/atau Stroke,” jelas Aritonang.

“Penolakan ini mengada-ada dan tidak berdasar dengan mengubah redaksional polis secara sepihak yang menguntungkan AXA. Sehingga, kami keberatan terkait penolakan tersebut dan kami mengajukab Gugatan ke pengadilan dengan Register Perkara No.880/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Sel.” tutup Sw. (Jesman)

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham