Home » , » Kejari Kota Tangerang, kurun waktu 5 bulan, dua kali melakukan pemusnahan Barang bukti

Kejari Kota Tangerang, kurun waktu 5 bulan, dua kali melakukan pemusnahan Barang bukti

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2020-11-25 | 21.57.00



Tangerang - Fakta Hukum dan HAM Online,

Kejaksaan Negeri Kota Tangerang memusnahkan barang bukti hasil tindak pidana umum dari berbagai perkara yang telah selesai disidangkan atau yang biasa disebut sudah mempunyai hukum tetap (inkrah) Rabu 25/11/20.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana, memimpim langsung pemusnahan barang bukti di halaman parkir belakang kantor Kejari.

Sebelumnya, Wira nama sapaan Kajari sudah melakukan pemusnahan tgl 20 juni 2020, dari sekian perkara tindak pidana umum maupun pidana khusus sepanjang periode tahun 2019 - 2020 yang telah disidangkan oleh Kejaksaan sudah di Vonis oleh Pengadilan Negeri Kota Tangerang.


Ini adalah kegiatan rutinitas Kejaksaan sebagai Eksekutor, melakukan pemusnahan terhadap barang bukti yang sudah Vonis, yang mempunyai hukum tetap (inkrah).

Terima kasih buat para undangan, perwakilan dari Polres Metro Tangerang Kota yang diwakili, BNN Kota Tangerang, dan yang mewakili dari Polres Bandara Soetta serta perwakilan dari pihak RUPBASAN, serta Media, saya mengucapkan terimakasih ujar Wira.

Bersamaan Kepala Seksi Pengelolaan Barang  Bukti dan Barang Rampasan Haerdi, membacakan rincian barang bukti yang dimusnahkan sebanya dari 286 perkara. Dengan rincian perkara narkotika 24 perkara 39 non Narkotika, seperti perkara UU Perlidungan anak, UU telekomunikasi, UU perdagangan dan tentang perlindungan konsumen, UU nomor 31 thn 2004 tentan perikanan, UU penganiayaan/pembunuhan, pencurian, UU darurat dan perjudian.

Haerdi merinci barang bukti yang dimusnahkan, dengan lengkap Narkotika jenis shabu 1.4728715 gram, Narkotika jenis ganja 620,4134 gram, jenis MDMA (ekstasi) 25,6165 gram, jenis Ketamine 21,8917 gram, nitrazepam dan etizolam 45, 2481 gram, kationa 776 butir, tramadol 776 butir, obat dan obat obatan lainnya 2.616 butir.

Sedangkan barang bukti non narkotika antara lain, Hand Phone berbagai merk sebanyak 174 unit, senjata api rakitan 6 pucuk, senjata tajam 12 bilah, serta timbangan digital (elektrik) berbagai merk 35 buah, dan beberapa elektonik lainnya.

Sedangkan minuman keras berbagai merk sebanyak 15 botol adalah perkara tindak pidana umum melanggar UU pemalsuan, tutup Haedi selaku Kepala Seksi Pengelolaan Barang  Bukti dan Barang Rampasan. (Jes)
 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham