Home » , » Kinerja Dinas LH Kota Tangerang Bobrok

Kinerja Dinas LH Kota Tangerang Bobrok

Written By MajalahFaktaHukumdanHam on 2021-04-08 | 21.17.00

Tangerang - Media Fakta Hukum & HAM Online,

PT. Cisadane Raya Chemical, Jln Imam Bonjol No.88 Tangerang

Pengadilan Negeri Tangerang menyidangkan Direktur utama PT. Cisadane Raya Chemical (CRC) Kamis 1/4/21. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim R. Aji Suryo,  Hakim anggota Arif Budi Cahyono dan Arie Satio Rantjoko.

Akibat PT. CRC selama 35 tahun tidak memiliki ijin pengolahan limbah TPS/LB3, akhirnya Johny Sanggam Edison yang mewakili PT. CRC diajukan dipersidangan sebagai terdakwa.

Awalnya PT. CRC yang sudah berdiri sejak tahun 1974 ini diduga tidak memiki ijin pengelolaan limbah.

Tim penyidik Dit Tipidter Bareskrim Polri melakukan penyelidikan ke PT. CRC yang beralamat di jln Imam Bonjol No.88 Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang Banten menemukan tumpukan limbah.

Diduga kuat pihak Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembiaran, DLH Kota Tangerang dinilai kinerjanya bobrok. PT. CRC selama 35 tahun beroperasi tidak mempunyai ijin pengelolaan limbah TPS/LB3.

Dengan adanya bukti Jumat, 26 Juni 2020 yang lalu, Penyidik Dit Tidpiter Mabes Polri telah menemukan atau mendapati tumpukan limbah yang diduga B3 atau (SBE) Spent Bleacing Earth (Tonsil=endapan lumpur dari limbah cair) yang berada disalah satu yang masih lahan milik PT. CRC.

Berdasarkan hasil Laboratorium pengujian sample yang dilakukan Organo Science Lab No. OSL2101031 tanggal 30 September 2020.

Dari pengujian Lab. menjelaskan bahwa limbah B3 (SBE) dimana hasil sisa proses OLEO CHEMICAL mengandung logam berbahaya.

Hasil uji laboratorium tersebut menunjukkan, melebihi limite deteksi alat Laboratorium.

Seperti timbal (LEAD), arsenic (AS), barium (BA), boron (B), nikel (NI) dan zinc (ZN).

PT.CRC tidak melakukan perlakuan khusus terhadap limbah Spent Bleacing Eart (SBE).

Seharusnya limbah SBE tersebut sebelum dipindahkan/diangkut oleh pihak ke-3, terlebih dahulu ditempatkan di TPS/LB3. Akan tetapi PT. CRC tidak melakukannya.

Limbah LB3 tersebut diletakkan/ditumpuk dilahan terbuka PT.CRC.

Sementara PT.CRC memiliki 2 unit TPS/LB3 namun tidak memiliki ijin penggunaanya dan tidak pula digunakan sebagai tempat penampungan limbah LB3.

Atas perbuatan terdakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erlangga dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, membacakan tuntutannya. Perbuatan terdakwa Johny Sanggam Edison sebagai Direktur Utama PT. CRC diancam pidana sebagaimna dimaksud dalam pasal 103 jo pasal 116 ayat (1) huruf a UU No.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengetahuan pengelolaan lingkungan hidup Atau dakwaan kedua PT. CRC  yang diwakili Johny Sanggam Edison melakukan DUMPING limbah dan atau bahan ke lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 60, sidang sementara ditunda, untuk sidang lanjutan kemungkinan pihak DLH Kota Tangerang akan dipanggil oleh Jaksa Penuntut Umum untuk dimintai keterangannya dipersidangan sebagai saksi. (JES)

 
Support : Copyright © 2016. Majalah Fakta Hukum & Ham - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by klikmediakreasi
IT powered by Majalahfaktahukumdanham